Rabu, 23 Januari 2013

tugas 4 softskill ekonomi koperasi

IGNATIUS BAGAS WIBISONO

19211143 / 2EA17




KOPERASI DAN UKM MENJADI PILAR UTAMA PEREKONOMIAN INDONESIA


Berbagai permasalahan terkait koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia telah melumpuhkan peranannya sebagai pilar ekonomi. Mulai dari keterbatasan dana, sistem perizinan yang sulit, dan minimnya sumber daya manusia yang berkualitas. Padahal, apabila menjadi prioritas dalam perekonomian, koperasi dan UKM akan mampu menekan pengangguran dan kemiskinan.


Data BPS tahun 2008 menyebutkan bahwa koperasi dan UKM merupakan populasi pelaku usaha yang sangat besar, mencapai 51,2 juta (99,98 persen) dari jumlah unit usaha,(49,8 juta) yang tersebar di seluruh wilayah di semua sektor usaha. Mampu menciptakan kesempatan kerja,mencapai 91,8 juta orang (97,33 persen) dari total kesempatan kerja. Dengan kontribusi dalam PDB nasional,mencapai Rp2.121,3 triliun (53,6 persen) dari total PDB. Sedangkan kontribusi ekspor mencapai Rp142,8 triliun (20 persen) dari total ekspor nonmigas dan investasi fisik koperasi dan UKM mencapai Rp462,01 triliun (46,9 persen).


Dengan peranan yang begitu besar, keberadaan koperasi dan UKM menjadi bagian penting dalam memperkokoh fundamental ekonomi. Keberadaan industri usaha yang padat tenaga kerja ini tidak akan mudah terpengaruh oleh gejolak ekonomi global. Hal itu tampak dari minimnya gejolak akibat krisis global yang melanda pada 2009. Dengan minimnya integrasi dan ketergantungan dalam global market, koperasi dan UKM mampu meredam fluktuasi yang terjadi.

Hal ini berarti menjelaskan bahwa koperasi dan UKM terbukti kokoh menjaga fundamental ekonomi bangsa. Untuk itu, langkah khusus guna menstimulus koperasi dan UKM diperlukan agar peranannya semakin dirasakan sebagai pilar perekonomian bangsa.

Beberapa hal yang dapat menjadi solusi untuk memperkokoh keberadaan koperasi dan UKM. 

-          - Membentuk suatu skema pendanaan bagi koperasi dan UKM sesuai kebutuhan (skema penjaminan kredit dan modal ventura).

-          - Membentuk klaster-klaster untuk mendorong produksi dan kinerja usaha menjadi lebih efisien dan berdaya saing tinggi.

-          - Melaksanakan pengembangan kemitraan dan jejaring usaha serta menciptakan semangat dan mentalitas kewirausahaan.


Dengan begitu peranan koperasi dan UKM dalam mendorong, dan mengembangkan perekonomian bangsa besar. Untuk itu, dukungan bagi kedua entitas bisnis harus terus diberikan secara berkesinambungan.





(Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2010/07/14/367/352821/koperasi-dan-ukm-jadi-pilar-utama-perekonomian)

Kamis, 22 November 2012

tulisan 3 softskill ekonomi koperasi

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 2EA17




ZEN NOH, KOPERASI TERBESAR DI DUNIA

Koperasi Zen Noh berdiri pada 30 Maret 1972, merupakan hasil penggabungan dua sekunder koperasi pertanian level nasional, yaitu Zenkoren (ber­gerak dalam pengadaan kebutuhan pertanian) dan Zenhanren (bergerak di bidang pemasaran pro­duk pertanian). Kedua sekunder ko­perasi ini berdiri pada tahun 1948. Zen Noh Jepang merupakan koperasi terbesar dari 300 koperasi yang diranking ICA. Dengan perputaran omset mencapai 63.449 dolar AS, atau Rp 583,73 triliun per tahun.

Koperasi Pertanian Jepang
Para petani Jepang memiliki posisi yang luar biasa kuat baik dalam konste­lasi ekonomi ataupun politik di negaranya. Sudah menjadi pengetahuan umum, kalau berbagai komoditi pertanian yang dihasilkan petani­nya, jauh lebih mahal ketimbang komoditi sejenis di negara lain. Tetapi, pemerintah Jepang tidak bi­sa sembarangan mengimpor komoditi tersebut tanpa persetujuan petani. Jatuhnya menteri pertanian karena mengabaikan aspirasi peta­ni bukan hal yang aneh terjadi di Jepang. Kekuatan luar biasa dimiliki peta­ni Jepang, antara lain karena mereka solid berhimpun dalam koperasi pertanian. Hal ini ditunjukkan untuk menekan dan me­ngembangkan jaringan bisnis, karena para petani Jepang berhimpun dalam koperasi.
Zen Noh menghimpun 1.173 koperasi pertanian, 1.010 diantaranya merupakan primer koperasi pertanian. Sisanya merupakan sekunder koperasi pertanian tingkat provinsi dan federasi kope­rasi lain yang terkait dengan bidang pertanian dan peternakan. Hampir semua kebutuh­an petani Jepang dipenuhi melalui koperasi, seperti penga­daan berbagai peralatan pertanian, permodalan, pe­masaran produk pertanian, dan kebutuhan barang sehari-hari.
Koperasi pertanian Jepang bersama jaringannya menangani sektor pertanian dari hulu sampai hilir, termasuk sektor pendukungnya se­per­ti keuangan dan asuransi. Pada awalnya, tanaman pertanian yang menjadi perhatian adalah padi. Total produksi beras yang dihasilkan rata-rata mencapai 1,58 juta ton per tahun. Namun, pada perkembangan selanjutnya, koperasi juga mengarahkan petani untuk melakukan diversifikasi tanaman. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi over supply beras sehingga harganya jatuh. Koperasi selalu mengupayakan agar harga setiap komoditi di tingkat petani tetap tinggi sesuai dengan standar hidup di Jepang.

Strategi Kesejahteraan
Tingkat kesejahtera­an para petani tidak ketinggalan dengan masyarakat yang bekerja di sektor industri karena nilai tukar hasil pertanian dan barang produksi industri diusahakan setara di Jepang. Strategi tersebut, bukan tanpa risiko. Semula, Jepang memang bisa menerapkan kebijakan untuk mela­rang impor komoditi pertanian yang banyak dihasilkan petaninya, kendati harganya jauh lebih mahal di ban­ding pasar dunia. Namun, pada tahun 1993, Jepang dipaksa membuka keran impor, melalui Kese­pakatan Umum tentang Tarif dan Perdagangan (GATT). Berdasarkan kesepakatan itu, sejak tahun 1995 Jepang membuka impor beras, mes­kipun dibatasi hanya 4 persen dari kebutuhan beras dalam negeri. Memasuki tahun 2000, batasan itu diperbesar menjadi 4,8 persen.
Namun, Pemerintah Jepang te­tap melindungi petaninya, antara lain dengan menetapkan bea masuk cukup tinggi, disamping tetap memberikan subsidi pada input pertanian. Melalui koperasi, peta­ni Jepang mempunyai lobi yang kuat di pemerintahan. Bahkan di Partai Demokrat Libe­ral (LDP) yang merupakan partai besar, banyak orang koperasi yang berkiprah. Mereka mampu meyakinkan pemerintah, bahwa impor komoditi pertanian dalam jangka panjang akan menimbulkan ketergantung­an yang bisa berakibat fatal. Dalam jangka pendek, melindungi pertanian di dalam negeri juga terkait de­ngan stabilitas politik nasional.


Cinta Produk Dalam Negeri
Koperasi pertanian Jepang aktif melakukan kampanye yang mengu­sung tema “Produk Lokal untuk Kon­sumen Lokal”. Upaya untuk menjaga loyalitas penduduk Jepang pada produk pertanian dalam negeri ini, tidaklah semata-mata mengandalkan unsur emosional, tetapi juga rasional.
Kendati harganya relatif lebih tinggi, koperasi pertanian menjamin bahwa seluruh komoditi pertanian yang dihasilkan anggotanya, memenuhi standar higienis tinggi. De­ngan label bersistem barcode di setiap kemasan pertanian yang dibeli di toko koperasi, konsu­men dengan jelas mengetahui siapa petani yang menanam produk yang mereka beli. Oleh sebab itu, jika terjadi se­suatu, komplain lebih mudah di lakukan. Agar produk pertanian itu bisa dijual lebih murah, kope­rasi membangun jaringan toko sendiri, sehingga bisa memotong jalur distribusi.
Perkembangan bisnis setiap kope­rasi pertanian di Jepang, pada gilirannya mendorong Zen Noh untuk terus melebarkan sayap bisnisnya, dengan jaringan yang tersebar di 26 negara, termasuk Indonesia, dan memiliki afiliasi dengan 249 perusahaan. Jumlah karyawannya mencapai 12.500 orang lebih.



(Sumber : http://himatipa.tp.ugm.ac.id/tip/232-zen-noh-koperasi-terbesar-di-dunia.html yang bersumber dari http://atanitokyo.blogspot.com/)

tugas 3 softskill ekonomi koperasi


IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 2EA17



“APAKAH USAHA KECIL SUDAH MENJADI MOTOR PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA?”

Menurut pendapat saya UKM sudah mulai menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, tapi belum berkontribusi secara maksimal. Untuk berperan secara maksimal, UKM perlu dukungan pemerintah dalam hal permodalan dan pemasaran produknya. UKM harus terus didukung agar bisa berkembang ke arah yang lebih maju, karena banyak peran dan fungsi UKM yang berguna untuk perekonomian di Indonesia. Pada umumnya UKM cenderung memiliki kinerja yang lebih baik dalam hal menghasilkan tenaga kerja yang produktif, selain itu UKM juga mampu meningkatkan produktivitasnya melalui investasi dan perubahan teknologi. Hal ini merupakan dinamika usahanya yang terus menyesuaikan dengan perkembangan jaman. UKM memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas dibandingkan dengan perusahaan besar, dimana UKM bisa bergerak dalam banyak bidang usaha, tidak terfokus pada satu jenis usaha.

Di Indonesia, UKM secara nyata memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja, meningkatkan jumlah unit usaha, dan mendukung pendapatan rumah tangga. Perkembangan suatu usaha dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu permasalahan umum yang biasa dihadapi oleh para pelaku usaha yaitu permodalan. Kesulitan memperoleh modal untuk investasi maupun untuk operasional usaha merupakan masalah klasik yang masih menjadi penghambat di Indonesia selama ini, oleh karena itu perlu ada campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah permodalan yang sering terjadi pada usaha kecil. Permasalahan ini bisa diselesaikan apabila para pelaku usaha menerapkan konsep manajemen yang baik dan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditentukan oleh lembaga keuangan yang ada. Selama ini masih banyak para pelaku usaha yang belum menerapkan konsep manajemen seperti ini dalam operasional usaha mereka sehari-hari, karena mereka belum mengerti mengenai masalah kredit dalam lembaga keuangan. Tingginya bunga kredit yang diberikan serta berbelitnya prosedur pengajuan menyebabkan sebagian besar usaha kecil tidak mengajukan kredit kepada lembaga keuangan bank maupun non bank seperti pasar modal dan pembiayaan. Sekarang adalah bagaimana langkah pemerintah untuk mengatasi ini, karena usaha kecil merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.

Jumat, 26 Oktober 2012

tulisan 2 softskill ekonomi koperasi


IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 2EA17




LIMA KOPERASI DI INDONESIA YANG BERKELAS DUNIA


Lima koperasi di Indonesia tercatat sebagai koperasi berskala internasional dan segera didaftarkan sebagai koperasi kelas dunia versi International Co-operative Alliance (ICA) yakni 300 Global Cooperative.

Kelima koperasi tersebut adalah Koperasi Kospin Jasa Pekalongan dengan aset Rp2,5 triliun, Koperasi Warga Semen Gresik Jawa Timur jumlah Rp529 miliar, Koperasi Peternak Susu Bandung Utara dengan aset Rp233,7 miliar, Koperasi Obor Mas dengan aset Rp200,8 miliar dan Induk Koperasi Simpan Pinjam dengan total aset Rp33,7 miliar.

Ia yakin dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat dan semakin tinggi, akan mampu meningkatkan kualitas koperasi Indonesia serta bisa menjadikan rakyat Indonesia menjadi lebih sejahtera.

Dengan tema Harkopnas ke-65 pada tahun ini yakni "Koperasi Mandiri Rakyat Makmur" bertujuan untuk menanamkan visi dan misi koperasi Indonesia agar bisa mengembangkan koperasi yang kuat dan mandiri menuju masyarakat yang sejahtera dan makmur.

Melalui pembinaan yang intensif akan menghasilkan koperasi dapat tumbuh, kuat, besar dan mandiri, dan koperasi yang memiliki sumber daya manusia, manajemen, penguasaan teknologi yang tinggi dan berkualitas. 


Pemerintah dan masyarakat Indonesia harus terus meningkatkan sinergi dan kerjasama antar koperasi atau koperasi dengan badan usaha lainnya, serta memberi dukungan dan fasilitas yang baik dalam usaha untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, kelembagaan dan usaha.

Selain itu, koperasi juga harus dapat membantu dan memudahkan dalam mengakses perijinan maupun permodalan melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan murah. Dengan semangat kebangsaan dan gotong royong harus dijadikan sebagai semangat dalam pemberdayaan koperasi secara menyeluruh untuk masyarakat Indonesia.



(Sumber : antaranews.com) 

tugas 2 softskill ekonomi koperasi


IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 2EA17

INDUSTRI KREATIF INDONESIA MULAI DILIRIK PASAR MANCANEGARA


Kreativitas dan inovasi hasil karya anak bangsa tidak hanya digemari pasar lokal maupun nasional, namun juga mulai diakui di beberapa negara. Melihat perkembangan industri kreatif di Indonesia yang semakin hari semakin meningkat, pasar mancanegara belakangan mulai melirik produk-produk industri kreatif asal Indonesia untuk dipasarkan di negaranya.
Beberapa komoditi industri kreatif yang diminati pasar mancanegara antara lain produk fashion, produk kerajinan, hasil karya teknologi informatika (TI), industri perfilman Indonesia, dan lain sebagainya. Sementara ini para pekerja kreatif telah menjadikan pasar Asia, Eropa, bahkan Amerika, sebagai salah satu negara tujuan ekspor yang cukup potensial bagi pemasaran produk-produk kreatif mereka.
Keunikan desain produk yang dihasilkan para pelaku industri kreatif di Indonesia, menjadikan pasar Asia, Eropa, bahkan Amerika menyukai produk-produk kreatif buatan masyarakat lokal. Ini tentunya menjadi peluang besar bagi pelaku seni di Indonesia, sehingga jalur distribusi pasar ekspor mulai terbuka lebar dan keuntungan yang didapatkan para pelaku industri pun semakin hari semakin besar.
Salah satu produsen kerajinan kreatif yang sekarang ini mulai mengekspor hasil kreasinya ke beberapa negara tetangga yaitu Ayu Husodo, seorang pengrajin bantal boneka. Produk unik buatannya sekarang ini sudah berhasil menembus pasar Eropa, Australia, Singapura, Amerika Serikat, hingga pasar Afrika Selatan. Menggunakan bahan lembut seperti wol, Ayu mengkreasikan bantal buatannya menjadi berbagai macam bentuk boneka. Dengan harga sekitar US$ 22 hingga US$ 99 untuk setiap bantal boneka, setiap bulannya Ayu mendapatkan omset rata-rata Rp 10 juta sampai Rp 20 juta per bulan.
Selain bantal boneka, produk industri kreatif lainnya yang cukup diminati pasar mancanegara yaitu kerajinan tangan khas Dayak yang berhasil menjangkau daratan Eropa, seperti Jerman ataupun Australia. Hasil kerajinan tangan yang terbuat dari anyaman rotan yang dipadupadankan dengan manik-manik tersebut, ternyata berhasil memikat mata dunia dan menjadi salah satu produk oleh-oleh khas Suku Dayak yang disukai turis mancanegara. Bahkan sang pengrajin Theodora Hangin Bang Donggo mengatakan bahwa setiap kali mengikuti pameran kerajinan di Eropa, produk pasuk (keranjang) dan katat (tempat menyimpan barang berharga) banyak diminati kalangan ekspatriat.
Kesuksesan para pekerja kreatif dalam memasarkan produk-produknya di negara tetangga, menjadi bukti nyata bahwa industri kreatif Indonesia sangat berpotensi dilirik pasar mancanegara. Hal ini sedikit banyak membuktikan bahwa masyarakat Indonesia mampu untuk berkarya menciptakan berbagai macam peluang usaha.


(Sumber : bisnisukm.com)

Sabtu, 13 Oktober 2012

tulisan 1 softskill ekonomi koperasi

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 2EA17



DUKUNGAN PEMERINTAH TERHADAP KOPERASI




Dalam upaya meningkatkan pemberdayaan koperasi, harus memberikan insentif pajak terhadap koperasi. Selain itu pemerintah harus mendorong peranan gerakan koperasi dalam memajukan perkoperasian di Indonesia.


Pemerintah juga diharapkan bisa meningkatkan peran Dewan Koperasi Indonesia agar dapat menjadi lembaga yang mandiri dengan menghimpun iuran dari anggota, serta membentuk dana pengembangan Dewan Koperasi Indonesia.


Intinya adalah bahwa dalam rangka pengawasan dan pemeriksaan koperasi, pemerintah diamanatkan segera membentuk Lembaga Pengawas Koperasi Simpan Pinjam melalui Peraturan Pemerintah.


Dan hasilnya adalah bahwa dari koperasi yang menjadi perkoperasian, telah dibagi menjadi 4 jenis koperasi, yaitu koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi jasa, dan koperasi simpan pinjam, yang sebelumnya merupakan unit simpan pinjam.


Hal lain yang disepakati adalah koperasi simpan pinjam harus menghimpun dan menyalurkan dana hanya untuk anggota koperasi simpan pinjam. jangka waktu maksimal yang ditetapkan untuk anggota koperasi simpan pinjam adalah 3 tahun. Dan dalam masa transisi, koperasi simpan pinjam tidak dibolehkan menerima simpanan atau memberi pinjaman kepada non-anggota.





(Sumber : www.pikiran-rakyat.com)




tugas 1 softskill ekonomi koperasi


IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 2 EA 17


PERANAN KOPERASI DALAM PERKEMBANGAN EKONOMI DI INDONESIA”


Koperasi di Indonesia tumbuh dan berkembang sudah sejak dari awal kemerdekaan. 

Koperasi di Indonesia didirikan dengan landasan UUD 1945, dimana dalam pembukaan bahwa salah satu tujuan negara adalah untuk memajukan kesejahteraan bangsa. Dalam demokrasi ekonomi, Indonesia menganut sistem ekonomi kerakyatan. Dimana koperasi ikut berperan penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia, karena koperasi bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan kemakmuran bagi rakyat banyak, bukan untuk perorangan atau golongan tertentu.

Fungsi dan peran koperasi di Indonesia diantaranya adalah :
-          - Membangun dan mengembangkan potensi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial
-          - Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat
-          - Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan ketahanan perekonomian nasional
-          - Mengembangkan perekonomian nasional yang berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi

Dengan adanya koperasi, sedikit banyak telah ikut berperan dalam perkembangan perekonomian masyarakat Indonesia. Banyak peranan yang telah diberikan terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia, yaitu :
-          - Mengurangi tingkat pengangguran
-          - Mengembangkan kegiatan usaha masyarakat
-          - Meningkatkan pendidikan rakyat mengenai perkoperasian dan dunia usaha
-          - Berperan sebagai alat perjuangan ekonomi, dimana koperasi menjadi dorongan untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera
-          - Berperan dalam menciptakan demokrasi ekonomi berdasar Pancasila, dimana peran aktif masyarakat dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi Indonesia
-          - Berperan dalam membangun tatanan perekonomian nasional, dimana koperasi aktif memberdayakan masyarakat dan juga memberdayakan ekonomi di Indonesia