Sabtu, 03 Mei 2014

tulisan 4 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17



TURNAMEN FUTSAL
“SANG JUARA”
UNIVERSITAS SAN DIEGO


I. LATAR BELAKANG

Dewasa ini olahraga mulai menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Hal ini disebabkan karena adanya tren gaya hidup sehat yang saat ini sudah mulai berkembang dalam masyarakat. Tanpa disadari, setiap orang membutuhkan olahraga sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, bagi sebagian orang, olahraga bukan hanya sekedar kebutuhan biasa dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai kebutuhan, namun olahraga juga sudah dianggap sebagai gaya hidup. Olahraga sebagai gaya hidup, mencerminkan pribadi yang aktif dan sehat. Tak terkecuali bagi olahraga yang satu ini, futsal. Futsal berasal dari bahasa portugis yang berarti “sepakbola dalam ruangan”. Olahraga futsal mulai diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun 2000-an, dan langsung mendapat respon positif dari masyarakat. Cara main yang relatif unik dan lebih simpel karena hanya membutuhkan sedikit pemain, membuat olahraga ini berkembang dengan cepat. Futsal semakin banyak diminati masyarakat khususnya anak muda, baik itu pelajar maupun 
mahasiswa. Olahraga futsal saat ini memang identik dengan anak muda, karena tak hanya dilihat sebagai kebutuhan biasa namun juga menjadi gaya hidup anak muda masa kini. Maka tidak heran jika banyak anak muda yang sangat antusias dengan olahraga futsal. 

Universitas San Diego  merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi barometer perguruan tinggi yang ada di Bekasi dalam bidang akademik. Hal ini mendorong kami untuk menyeimbangkan aspek akademik  dengan olahraga. Karena saat-saat ini banyak kaum muda yang mengecilkan arti olahraga. Olahraga adalah hal penting yang harus dipertahankan dan dikembangkan mengingat minimnya generasi muda yang memilih hal negatif daripada hanya sekedar berolahraga. Banyak hal positif yang bisa diambil dari kegiatan olahraga, khususnya dalam hal ini adalah futsal, dimana terdapat rasa kebersamaan, menjunjung tinggi sportifitas, dan terlebih tubuh akan menjadi lebih bugar. Oleh karena itu, kami panitia turnamen futsal berencana untuk melaksanakan sebuah turnamen futsal.


II. TUJUAN KEGIATAN

1. Untuk menjadikan kegiatan olahraga ini sebagai salah satu hal yang positif bagi mahasiswa
2. Untuk memperkenalkan kegiatan di bidang olahraga Universitas San Diego
3. Untuk mempromosikan pihak sponsor


III. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Hari/Tanggal : Kamis, 7 Mei 2014 – Minggu, 10 Mei 2014
Tempat             : Futsal Town
Pukul         : 09.00–12.00 & 12.15-16.30



IV. ACARA KEGIATAN

1. Modern Dance Performance. Merupakan acara pembuka yang akan dilaksanakan dalam event ini. Pesatnya perkembangan modern dance di kota Bekasi, memberikan space khusus dalam acara ini kepada para mahasiswa yang memiliki bakat menari untuk menampilkan suatu tarian sebagai bentuk hiburan dalam turnamen ini.
2. Futsal Tournament. Merupakan acara utama yang terdiri dari 20 tim.



V. PELAKSANA KEGIATAN

BEM Fakultas Ekonomi Universitas San Diego Periode 2013/2014



VI. PESERTA KEGIATAN

Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa Universitas San Diego. Diperkirakan peserta dan penonton acara akan sebanyak 100-500 orang.



VII. ANGGARAN BIAYA


No
NamaBarang
HargaSatuan
(Rp.)
Kebutuhan (Buah)
Total Harga
(Rp.)
1
Spanduk
300.000
1
300.000
2
Baliho
500.000
1
500.000
3
Id Card Panitia
5.000
27
135.000
4
Seragam Panitia
50.000
27
1.350.000
5
Dekorasi
1.000.000
1
1.000.000
6
Konsumsi
5.000
700
3.500.000
Jumlah Kebutuhan Dana
6.785.000



VIII. SUSUNAN KEPANITIAAN

Pelindung
Rektor Universitas San Diego, Prof. Dr. Ignatius Bagas Wibisono, SE., MM

Penasihat
Pembantu Rektor III Universitas San Diego, Dr. Dwi Handoko, SKom., MMSi
Pembantu Dekan III Universitas San Diego, Dr. Ahmad Eko Saputro, SE., MMSi



IX. PENUTUP

Demikian proposal kegiatan Turnamen Futsal “Sang Juara”  ini kami susun sebagai dasar pelaksanaan kegiatan. Keberhasilan kegiatan ini sangat membutuhkan bantuan dan peran serta dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengharapkan kerjasama semua pihak untuk mendukung kelancaran acara ini. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Bekasi, 7 April 2014


           Ketua Pelaksana                                                                         Sekretaris


         Yunan Wardana                                                               Muhammad Syafaat 



Mengetahui,
Presiden BEM Fakultas Ekonomi 
Universitas San Diego


Nur Ashidiq


tulisan 3 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17


CARA MENYEMIR SEPATU AGAR MENGKILAP

Sering kali kita menghadapi masalah dalam menyemir sepatu, khususnya sepatu berbahan kulit. Dimana hasil penyemiran yang kita lakukan tidak maksimal, dengan kata lain tidak mengkilap. Pasti kita terheran-heran dengan sepatu yang dipakai para anggota militer yang terlihat sangat mengkilap. Oleh karena itu, saya mencoba memberi tips atau cara yang cukup sederhana agar hasil semir sepatu yang kita lakukan bisa maksimal.

Bahan dan alat :
- semir sepatu berbentuk pasta, ingat bukan yang cair
- sikat sepatu
- spons tebal atau kain polos yang halus

Langkah-langkah :

Langkah 1
Sikat seluruh permukaan sepatu dengan sikat sepatu untuk menghilangkan kotoran ataupun debu yang melekat. Jika perlu dapat gunakan lap basah, kemudian diamkan sampai kering. Untuk bagian yang sulit dijangkau dengan sikat sepatu dapat menggunakan sikat gigi.

Langkah 2
Oleskan semir sesuai warna sepatu yang dimiliki dengan merata. Gunakanlah spons tebal atau lap halus untuk mengolesnya.

Langkah 3
Jemur sepatu agar terkena panas matahari, sehingga mengeluarkan minyak hasil olesan semir tadi. Jemur dengan lama sekitar 30 menit.

Langkah 4
Ratakan minyak semir dengan menggunakan sikat sepatu. Lakukan dengan lembut secara rata pada seluruh bagian permukaan sepatu.


Selamat mencoba

Rabu, 30 April 2014

tugas 4 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17


TEORI PROPOSAL (ILMIAH DAN SEMI ILMIAH)

Definisi 
Proposal adalah rencana yang disusun secara sistematika dan terperinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal (Finoza, 1999 : 157).


Kerangka Proposal
Kerangka proposal adalah sebagai berikut :
1. Dasar Pemikiran. Dalam dasar pemikiran sebuah proposal dicantumkan pokok-pokok pemikiran perlunya melaksanakan kegiatan tertentu.
2. Jenis Kegiatan. Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan harus dijelaskan dalam proposal.
3. Tema Kegiatan. Tema kegiatan dalam sebuah proposal berisi inti-inti kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
4. Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan harus dijelaskan agar orang mengetahuinya. Penyusun proposal perlu merumuskan tujuan sedemikian rupa agar yang akan dicapai dapat diketahui dan dirasakan oleh pembaca proposal.
5. Peserta Kegiatan. Peserta kegiatan meliputi siapa serta berapa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan harus jelas dalam sebuah proposal.
7. Susunan Kepanitiaan. Para penyusun proposal dari suatu tim perlu menyelksi kualifikasi dan bobot orang-orang yang duduk sebagai panitia pelaksanaan dalam kegiatan yang direncanakannya. Hal ini untuk menjamin kelancaran jalannya suatu kegiatan.
8. Anggaran Biaya. Anggaran biaya dalam suatu proposal harus dicantumkan, tetapi penyusunannya harus logis dan realistis, serta harus memperhatikan keseimbangan antara pengeluaran dan penghasilan. Hal ini agar diterima secara logis oleh penyandang dana.
9. Acara Kegiatan. Jadwal atau acara kegiatan harus jelas dan terperinci. Dengan demikian, pada waktu nanti tidak terjadi hal-hal yang menyimpang dari acra yang sudah ditentukan. Hal ini juga bertujuan untuk mengefektifkan waktu selama kegiatan berlangsung.
10. Penutup. Penutup merupakan bagian akhir yang berfungsi menekankan bahwa proposal diajukan dengan sungguh-sungguh dan dijelaskan pentingnya kegiatan yang akan dilaksanakan. Hendaknya dalam bagian ini tergambar sikap optimis dari pembuat proposal.


Syarat Penyusunan Proposal 
Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut :
- Memiliki struktur dan logika yang jelas
- Hasil kegiatan itu terstruktur
- Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai atau dikerjakan
- Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada


Fungsi Proposal
Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut :
- Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial,politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
- Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
- Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
- Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
- Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.


Jenis Proposal
Ada banyak jenis proposal yang berkaitan dengan aktivitas manusia di kehidupan ini. Secara umum, berikut ini beberapa jenis proposal yang biasa dibuat dan diajukan banyak orang :
- Proposal bisnis, contohnya proposal pendirian usaha.
- Proposal proyek, contohnya proposal pengajuan dana kepada lembaga donor.
- Proposal penelitian, contohnya proposal skripsi, tesis, dan disertasi.
- Proposal kegiatan, contohnya proposal kegiatan seminar, pelatihan, dan lomba.


Proposal Ilmiah
Salah satu jenis tulisan ilmiah adalah proposal penelitian. Proposal penelitian biasanya dibuat untuk aplikasi permohonan bantuan dana penelitian dan untuk rancangan skripsi, tesis, dan disertasi.

Unsur-unsur yang dimuat dalam proposal ilmiah antara lain :
- lingkup masalah dan perumusan masalah
- aspek relevansi teori dengan permasalahan yang diketengahkan dalam penelitian
- metodologi penelitian
- instrumen penelitian
- teknik analisis data
- rencana kegiatan penelitian


Sistematika Proposal
Umumnya, proposal penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Identifikasi Masalah dan Batasan masalah
1.3. Rumusan Masalah
1.4. Tujuan Penelitian
1.5. Kegunaan Penelitian

BAB II Landasan Teori
2.1. Teori variabel (dependen , independen)
2.2. Penelitian relevan
2.3. Kerangka Berpikir
2.4. Hipotesis yang diajukan

BAB III Metodologi
3.1. Metode Penelitian (jenis penelitian)
3.2. Waktu dan tempat
3.3. Populasi dan sampel
3.4. Teknik Pengumpulan Data
        a. Jenis dan sumber data
        b. Instrumen
        c. Definisi Operasional (kisi-kisi)
3.5. Teknik Analisis data
3.6. Jadwal Penelitian


Proposal Semi Ilmiah
Semi ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.
Artinya dapat dikatakan proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.



Daftar Pustaka :
Darmayanti, Nani dan Nurul Hidayati. 2008. “Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Unggul (Kelas XII)”. Dalam http://books.google.co.id/books?id=rskNgi90QPIC&pg=PA21&dq=proposal+adalah&hl=en&sa=X&ei=JW9eU_XBGojQiAeqj4GACQ&redir_esc=y#v=onepage&q=proposal%20adalah&f=false

Hasim. 2012. “Mengenal Proposal”. Dalamhttp://hasim319.wordpress.com/2011/05/07/mengenal-proposal/

Hendry. 2010. “Menyusun Proposal Penelitian”. Dalamhttp://teorionline.wordpress.com/2010/01/23/menyusun-proposal-penelitian/

Pengertian Ahli. Tanpa Tahun. “Pengertian, Fungsi, Jenis Proposal”. Dalamhttp://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-fungsi-jenis-proposal.html

Purbaya, Fredy. 2012. “Proposal dan Laporan”. Dalamhttp://fredypurbayadhyfha.wordpress.com/2012/05/04/proposal-dan-laporan/

Terbaru dan Terbaik. Tanpa Tahun. “Contoh Proposal Kegiatan Sistematika”. Dalamhttp://terbaru-terbaik.blogspot.com/2012/11/contoh-proposal-kegiatan-sistematika.html


tugas 3 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17


TEORI PERBEDAAN KARANGAN

Mengarang adalah usaha mengembangkan beberapa kalimat topik dengan bentuk paragraf. Dengan demikian, dalam karangan kita harus mengembangkan beberapa paragraf demi paragraf.


Pengertian karangan menurut para ahli :
1. E. Kosasih (2003 : 26), menjelaskan bahwa karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.
2. Widyamartajaya (1979 : 9) mengatakan bahwa Karangan itu merupakan ungkapan jiwa manusia yang hendak disampaikan kepada orang lain dan terjadi suatu proses berfikir. Kegiatan mengarang dapat terjadi karena ada maksud atau tujuan dari pengarang dengan melalui tahapan dalam pembuatannya.
3. Poerwordarmita (1984 : 445), mengungkapkan bahwa karangan merupakan uraian tentang sesuatu hasil, dengan demikian pengertian karangan atau tulisan dapat kita batasi sebagai rangkaian kalimat yang logis, padu, sistematis, yang berisi pengalaman, pikiran atau pelukisan tentang objek suatu peristiwa atau masalah.
Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.


Ciri-ciri karangan yang baik yakni :
1. Berisi hal-hal yang bermanfaat. Karangan yang bisa memenuhi kebutuhan pembaca akan dapat penghargaan masyarakat. Sangat mungkin karangan itu tidak begitu mendalam, tetapi memberikan manfaat langsung bagi pembaca.
2. Pengungkapan jelas. Pengungkapan yang jelas dapat ditandai dengan mudahnya sebuah karangan dicerna pembaca. Dengan pengungkapan yanh semakin jelas, sebuah tulisan akan semakin mudah diikuti.
3. Penciptaan kesatuan dan pengorganisasian. Karangan yang mampu menciptakan kesatuan dan sekaligus terorganisasi dengan baik ditandai oleh mudahnya pembaca memahami karangan. Sebaiknya karangan langsung menjelaskan inti permasalahan dan tidak berbelit-belit.
4. Efektif dan efisien. Yang dimaksud dengan efektif dan efisien  adalah pengungkapan suatu maksud dengan mengutamakan efisiensi dan efektifitas, yaitu dengan menggunakan kalimat dan kata-kata yang ringkas, namun dapat menjangkau makna yang luas.
5. Ketepataan penggunaan bahasa. Karangan yang baik juga ditentukan oleh penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa yang baik dan benar akan meningkatkan bobot karangan. Hal yang tercakup di dalamnya adalah kesanggupan pengarang untuk memenuhi berbagai kaidah berbahasa Indonesia secara tepat. Pembentukan kata, penyusunan kelompok kata, penyusunan kalimat, serta penguasaan ejaan dan tanda baca harus memadai.
6. Ada variasi kalimat. Variasi yang berkaitan dengan penggunaan bahasa dalam karangan adalah penyusunan kalimat panjang dan pendek secara berselang-seling.
7. Vitalitas. Karangan yang baik biasanya penuh tenaga dan kaya dengan potensi. Kandungan kekuatan dalam karangan itu menjadikan pembaca merasa bahwa si penulis hadir di dalam karangan yang ditulisnya.
8. Cermat. Karangan yang baik memperahatikan masalah kecermatan. Hal-hal kecil, seperti titik dan koma tidak boleh dianggap sepele apalagi diabaikan. Kecermatan juga sangat diperlukan ketika memilih kata maupun menyusun kalimat.
9. Objektif. Mengarang adalah mengungkapkan sesuatu secara jujur, tidak dimuati emosi, dan realistis. Pengungkapan harus runtut dan teratur. Selain itu, uraian harus mencerminkan bahwa pengarang benar-benar menguasai dan menghayati permasalahan yang diuraikannya. 


Menulis Karangan
Sebelum menyusun sebuah karangan, beberapa langkah harus diikuti supaya tulisan kita menjadi sebuah karangan yang padu. Langkah-langkahnya adalah :
- Menentukan tema atau topik karangan
Tema atau topik merupakan gagasan pokok karangan yang menjadi inti karangan tersebut. Salah satu cara menentukan topik karangan adalah dengan mengamati keadaan di lingkungan sekitar kita. Kita dapat menentukan topik sesuai dengan pengalaman. Misalnya, pengalaman mengunjungi tempat wisata, jadi tentukanlah tema atau topik yang kita senangi dan pahami.
- Menulis butir-butir pokok karangan
Setelah tema ditemukan, barulah kita membuat butir-butir pokok permasalahan yang akan dikembangkan menjadi sebuah karangan. Butir-butir pokok sangat penting untuk membantu mengarahkan kita menyusun karangan. Tanpa butir-butir pokok ini, hasil karangan kita akan menjadi kurang baik.
- Membuat kerangka karangan
Buat kerangka karangan berdasarkan tema dan butir-butir pokok karangan yang telah dibuat. Kerangka karangan memudahkanmu menyusun sebuah karangan.


Jenis-Jenis Karangan
1. Berdasarkan teknik pemaparannya :
a. Narasi
Karangan narasi biasanya dihubung-hubungkan dengan cerita. Oleh sebab itu, sebuah karangan narasi banyak kita temukan dalam novel, cerpen, atau hikayat.
b. Deskripsi
Karangan ini melukiskan apa yang terlihat di depan mata. Jadi, karangan ini bersifat tata ruang atau tata letak. Dengan kata lain, deskripsi berurusan dengan hal-hal kecil yang tertangkap oleh pancaindera.
c. Eksposisi
Karangan eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan,memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.
d. Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembacaterhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
e. Persuasi
Karangan persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.

2. Berdasarkan Sifatnya :
a. Ilmiah
Karangan ilmiah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh sesorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat  keilmuan.
b. Semi ilmiah (Populer)
Sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkrit dan formal, kata-katnya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya.
c. Non-ilmiah
Karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang populer atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).



Daftar Pustaka
Anonim. 2013. “Jenis-Jenis Karangan Menurut Menurut Pengertian dan Ciri-Ciri Karangan”. Dalam http://semuapelajaransekolah.blogspot.com/2013/02/jenis-jenis-karangan-menurut-pengertian.html

Arifin, E. Zaenal dan S. Amran Tasai. 2012. Bahasa Indonesia. Tangerang : Pustaka Mandiri.

Darmayanti, Nani dan Silvie Mariana. 2007. “Get Smart Bahasa Indonesia”. Dalamhttp://books.google.co.id/books?id=g-XXRx8USmwC&pg=PA2&dq=karangan+adalah&hl=en&sa=X&ei=ughZU7KNLsT-rAelkIBY&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Homework Student. 2011. “Karangan yang Baik”. Dalam http://homework-student.blogspot.com/2011/02/karangan-yang-baik.html#rPD5s2Z4AvMKXDGp.99

Kurniawan, Gatot. Tanpa Tahun. “Karangan Imiah, Non-Ilmiah, dan Semi Ilmiah (Populer)”. Dalam http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah-non-ilmiah-dan-ilmiah-populer.html

Marji. Tanpa Tahun. “Jenis Karangan”. Dalamhttp://pintarberbahasa.wordpress.com/jenis-karangan/

Putra, Hedi. 2013. “Pengertian dan Jenis-Jenis Karangan”. Dalamhttp://edukasi.kompasiana.com/2013/06/08/pengertian-dan-jenis-jenis-karangan-566867.html


Minggu, 30 Maret 2014

tugas 2 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17



TEORI-TEORI YANG BERHUBUNGAN DENGAN METODE ILMIAH DAN SIKAP ILMIAH


Metode ilmiah bertujuan untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta dengan menggunakan pendekatan sistematis. Terdapat beberapa pengertian metode ilmiah menurut para ahli :
- (Almack, 1939), metode ilmiah merupakan cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.
- (Ostle, 1975), metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk memperoleh sesuatu interelasi.

Tidak semua metode bisa dikatakan ilmiah, karena itulah suatu metode ilmiah harus memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan. Kriteria yang harus digunakan dalam metode ilmiah, yaitu : berdasarkan fakta, bebas dari prasangka, menggunakan prinsip-prinsip analisis, perumusan masalah, menyusun hipotesis, menggunakan ukuran obyektif, menggunakan teknik kuantitatif dan atau kualitatif.

Adapun tahapan-tahapan dalam metode ilmiah, yaitu : memilih dan mendefinisikan masalah, survei data yang tersedia, merumuskan hipotesis (bila penelitian bertujuan menguji hipotesis), menyusun kerangka analisa dan alat-alat dalam menguji hipotesis, mengumpulkan data, mengolah dan menganalisa serta membuat interpretasi, generalisasi dan membuat kesimpulan, membuat laporan penelitian.

Menurut KBBI, arti kata sikap merupakan perbuatan yang dilakukan berdasarkan pada pendirian atau keyakinan; perilaku; bertingkah laku. Sedangkan arti kata ilmiah adalah bersifat ilmu; memenuhi syarat ilmu pengetahuan. Jadi bisa disimpulkan bahwa sikap ilmiah merupakan perilaku yang dimiliki berdasarkan sifat keilmuanm ilmiah. Sikap ilmiah harus dimiliki oleh seorang ilmuwan atau akademisi dalam menghadapi persoalan-persoalan ilmiah. Sikap ilmiah dapat diinterpretasikan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya diskusi, seminar, loka karya, dan penulisan karya ilmiah.

Menurut Allen Ledward, sikap ilmiah adalah “An attitude as degree of positive or negative affect associated with some pychological objects”. Yang artinya dimana sikap berkaitan dengan obyek yang disertai dengan persaan positif atau perasaan negatif, jadi sikap ilmiah adalah sikap keilmuan (scientific attitude).

Menurut Mukayat Brotowijoyo (1985: 31-34) siikap-sikap ilmiah yang digunakan dalam penyelesaian metode ilmiah adalah sebagai berikut :
- Sikap ingin tahu.
- Sikap jujur.
- Sikap terbuka.
- Sikap toleran.
- Sikap optimis.
- Sikap berani mempertahankan kebenaran.



DAFTAR PUSTAKA :

Ekim, Ezi. 2011. “Metode Ilmiah”. Dalam http://eziekim.wordpress.com/2011/03/14/metode-ilmiah/

Wiguna, Harits. 2011. “Bersikap Ilmiah”. Dalam http://www.slideshare.net/Harits_Wiguna/artikel-bersikap-ilmiah-harits-wiguna


Ardiwinata, Lisca. 2011. "Bersikap Ilmiah". Dalam http://www.slideshare.net/LiscaArdiwinata/bersikap-ilmiah

tugas 1 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17



TEORI-TEORI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENALARAN


Penalaran memiliki kata dasar nalar, setiap manusia pun pasti memiliki nalar. Nalar bisa sangat berpengaruh untuk kita dalam melakukan sesuatu dan mengambil keputusan. Karena nalar tidak selalu benar, nalar pun pasti bisa salah. Dalam penjelasan penalaran adalah proses berpikir sistematis yang bertujuan untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan.

Penalaran berbeda dengan pengamatan, karena penalaran bisa menghasilkan konsep dan pemahaman. Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan. Ciri-ciri penalaran :
1. Dilakukan dengan sadar
2. Didasarkan atas sesuatu yang sudah diketahui
3. Sistematis
4. Terarah, bertujuan
5. Menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan atau sikap yang baru
6. Sadar tujuan
7. Premis berupa pengalaman atau pengetahuan, bahkan teori yang telah diperoleh
8. Pola pemikiran tertentu
9. Sifat empiris rasional

Beberapa teori-teori penalaran menurut para ahli :
1. Bakry (1986:1) menyatakan bahwa penalaran atau reasoning merupakan suatu konsep yang paling umum menunjuk pada salah satu proses pemikiran untuk sampai pada suatu kesimpulan sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui.
2. Suriasumantri (2001:42) mengemukakan secara singkat bahwa penalaran adalah suatu aktivitas berpikir dalam pengambilan suatu simpulan yang berupa pengetahuan.
3. Keraf (1985:5) berpendapat bahwa penalaran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta, petunjuk atau eviden, menuju kepada suatu kesimpulan.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penalaran merupakan proses berpikir manusia untuk menguhubungkan fakta-fakta atau data yang sistematik menuju suatu kesimpulan berupa pengetahuan.  Dengan kata lain, penalaran merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis.



Daftar Pustaka

Rakhmawati, Lestari. 2013. “Definisi dan Penalaran”. Dalam http://tarirl.wordpress.com/2013/05/16/definisi-dan-penalaran/

@kartikaagustina. 2009. “Pengertian Penalaran”. Dalam  http://kartikagustina.blogspot.com/2013/04/pengertian-penalaran.html


Wikipedia. 2010. “Pengertian Penalaran”. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

tulisan 2 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17


PEMAKAIAN METODE ILMIAH UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN-PERTANYAAN ILMIAH


Di kalangan umum, metode biasa digunakan dalam hal-hal yang bersifat resmi. Umumnya banyak sinonim dari metode, seperti cara ataupun sistem, itulah yang sebagian besar masyarakat ketahui. Secara lebih detail, metode itu sendiri merupakan suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang terdiri dari langkah-langkah sistematis. Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan dan informasi secara ilmiah.

Langkah-langkah tersebut adalah identifikasi masalah, kerangka berfikir, hipotesis, desain pengujian hipotesis, desain pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan.

Menurut Suriasumantri (1991), langkah-langkah dalam metode ilmiah tersebut adalah perumusan masalah, penyusunan kerangka berfikir, perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, dan penarikan kesimpulan. Langkah-langkah dalam metode ilmiah menunjukkan cara berpikir ilmiah yang mencakup penalaran deduksi dan induksi.

Tujuan metode ilmiah itu sendiri adalah mendapatkan pengetahuan ilmiah yang bisa dipertanggungjwabkan. Secara luas tujuan metode ilmiah yaitu mendapatkan pengetahuan ilmiah, pencarian terhadap kebenaran yang diperoleh dari pemikiran logis, dan untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.



Daftar Pustaka

E-learning gunadarma. 2011. ”Proses Penelitian Ilmiah”. Dalam http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/risetbisnis_pdf/04_bab_2_penelitian.pdf


girlycious09’s. 2012. “Metode Ilmiah”. Dalam http://girlycious09.wordpress.com/tag/tujuan-metode-ilmiah/