Senin, 02 Juni 2014

tulisan 6 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 3 EA17





IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Eiffel I’m In Love
Pengarang : Rachmania Arunita
Penerbit : Terrant Books
Tahun Terbit : Cetakan Kelima, Desember 2003
Tebal Buku : 288 halaman
Harga Buku : Rp 32.000


KEPENGARANGAN

Latar Belakang Pengarang

Rachmania Arunita yang akrab disapa Nia tersebut mulai menggarap novel saat usianya baru menginjak 15 tahun dan duduk di kelas 1 SMUN 28 Jakarta. Dari awal, hobi seorang Nia memang menulis yang dimulai dengan menulis cerpen, kemudian ingin mencoba tantangan baru sehingga beralih untuk menulis novel. Dalam novel perdana yang dibuatnya, dia langsung memilih Paris sebagai latar belakangnya. Bukan karena imajinasi, tetapi karena dia pernah tinggal di Prancis selama 4,5 tahun. Kecintaannya terhadap kota Paris itulah yang membuat Nia mengangkat Paris sebagai latar belakang cerita novelnya, yang berjudul Eiffel I’m In Love.

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2011/11/09/rahmania-arunita-dari-hukuman-edukatif-jadi-novelis-sukses-411104.html


SINOPSIS
Eiffel I’m In Love adalah sebuah novel yang menceritakan tentang kehidupan remaja, khususnya saat-saat SMA. Cerita berawal dari seorang gadis bernama Tita, dia adalah anak perempuan dari sebuah keluarga yang bisa dibilang sangat mapan dan juga harmonis. Tetapi di sisi lain yang dirasakan Tita berbeda, karena dia menganggap bahwa sang ibu terlalu protektif terhadapnya. Tita sebenarnya merasa sudah cukup dewasa untuk bisa melakukan banyak hal yang dia inginkan, tetapi namanya seorang ibu memiliki pemikiran yang berbeda. Di sekolah, Tita memiliki sahabat-sahabat yang baik, terlebih yang bernama Uni, yang bisa dibilang teman dekat. Selain itu, Tita juga sudah memiliki pacar bernama Ergi, yang menurutnya penyabar dan perhatian. Semua kehidupan Tita berubah drastis sejak kedatangan seorang lelaki dari Paris, anak teman ayahnya bernama Adit. Di rumah keluarga Tita, Adit menempati kamar tamu yang letaknya persis disebelah kamar Tita. Sifat seorang Adit yang angkuh, judes, dan cuek membuat Tita kesal bukan kepayang. Tetapi Tita harus menerima kenyataan bahwa orang tuanya mempercayakan dia kepada Adit, dimana Tita mulai boleh diizinkan pergi asalkan bersama dengan Adit. Waktu berlalu akhirnya Tita baru mengetahui ternyata orang tuanya menjodohkan dia dengan Adit. Dan di sisi lain, Tita mendapati kenyataan bahwa pacar yang dianggap sempurna ternyata berselingkuh, Tita pun tidak segan segera memutuskan hubungan dengan Ergi. Di saat-saat kesepian, Tita mulai merasakan perubahan terhadap Adit. Terlebih saat Tita mengetahui bahwa Adit berpacaran dengan teman dekatnya sendiri, hal itu dia ketahui saat Adit ingin kembali ke Paris. Tita merasa kecewa, tetapi belakangan dia mengetahui kalau semua itu hanyalah rencana Adit untuk mengetahui perasaan yang dimiliki Tita terhadapnya. Saat liburan sekolah, orang tua Tita berencana ke Paris mengunjungi keluarga Adit. Selama di Paris hubungan Tita dan Adit semakin dekat dan akrab. Tita baru menyadari ternyata Adit adalah sosok pria yang baik, perhatian, dan romantis. Puncaknya adalah ketika Adit menyatakan cintanya kepada Tita pada tanggal 14 Februari dibawah Menara Eiffel.


KELEBIHAN NOVEL :
- Cover novel simple tetapi menarik.
- Alur cerita sangat menarik dan mudah dipahami.
- Latar belakang kota Paris sangat bagus.
- Memiliki dialog-dialog yang sangat ringan, dan beberapa diantaranya bisa membuat rasa penasaran, humor, sedih, semua bercampur.


KEKURANGAN NOVEL :
- Penerimaan novel bisa dibilang terbatas, karena lebih kepada kisah-kisah remaja.
- Tidak memiliki ilustrasi gambar sama sekali.


SARAN 

Untuk novel yang sudah cukup menarik ini tidak perlu banyak ada hal yang ditambahkan lagi. Mungkin hanya ilustrasi-ilustrasi gambar kecil agar lebih menarik lagi, tanpa mengurangi konten cerita novel ini sendiri.

tulisan 5 softskill bahasa indonesia

CONTOH LAPORAN ILMIAH



OLAHRAGA FUTSAL YANG SEMAKIN POPULER DI MASYARAKAT
Disusun oleh :
Nama : Ignatius Bagas Wibisono
NPM : 19211143
Kelas : 3 EA17



BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi sekarang ini banyak sekali masyarakat yang tidak peduli akan kesehatan dan pentingnya olahraga, karena mereka lebih sibuk dengan pekerjaan dan urusan mereka masing-masing. Sehingga mereka menjadi kurang perhatian pada kesehatan tubuh yang sebenarnya sangat penting dalam kehidupan. Karena apa gunanya bila harta tercukupi sedangkan tubuh selalu bersakit-sakitan. Dalam hal ini olahraga tidak harus ke tempat fitness ataupun menggunakan alat-alat. Olahraga juga bisa dilakukan seperti lari di tempat, yoga, jogging, dsb. Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohani. Olahraga asli dari berbagai daerah di Indonesia, mungkin belum terkenal di tingkat nasional namun cukup populer di daerah asalnya. Budaya bangsa yang sebaiknya tetap diperhatikan dan di bina sebelum habis punah dilanda oleh arus globalisasi, terutama oleh permainan era digital dengan menggunakan perangkat computer dan berbagai macam ponsel canggih. Khusus salah satu yang ingin dibahas adalah Futsal.

Belakangan ini futsal telah menjadi kegemaran banyak masyarakat di Indonesia, karena nyatanya semakin banyaknya fasilitas futsal yang disediakan di banyak daerah. Futsal bisa dikatakan versi mini dari sepakbola, dimana dimainkan dalam sebuah ruangan/lapangan berukuran tertentu. Futsal memungkinkan  area dengan lahan yang sempit memberikan fasilitas yang hampir mirip dengan lapangan rumput sepak bola. Futsal merupakan solusi bagi kota-kota besar yang terbatas area terbukanya. Bahkan futsal sudah dipertandingkan secara internasional baru-baru ini. Bermain futsal sungguh mengasyikkan, semua orang bisa mengikutinya hanya dengan menyewa lapangan futsal yang kini banyak tersedia. Tidak perlu harus ahli dahulu untuk bermain futsal, bahkan banyak digunakan untuk acara sosialisasi saja. Tetapi bagaimanapun futsal merupakan olah raga yang perlu penanganan tepat terutama dalam pelaksanaannya. Karena salah-salah ingin sehat malahan membuat penyakit. Penting untuk memperhatikan mulai dari kostum (terutama sepatu) dan pemanasan, permainan dan pendinginan.
Oleh karena itu, disini kami akan menjelaskan tentang bagaimana olah raga futsal yang baik dan benar. Sehingga nantinya tidak ada kesalahan dalam memainkannya.


1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis kemudian merumuskan masalah yang akan dibahas. Rumusan masalah tersebut adalah :
1. Bagaimana sejarah tentang futsal?
2. Apakah definisi futsal?
3. Bagaimana teknik dasar bermain futsal?

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Untuk mengetahui sejarah tentang futsal
2. Untuk mengetahui definisi futsal
3. Untuk mengetahui teknik dasar bermain futsal

1.4 Manfaat Penulisan
Memberi informasi pada banyak masyarakat tentang perihal yang ada dalam olahraga futsal.



BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Futsal

Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalampermainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Futsal berada di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania. Pertandingan internasional futsal pertama diadakan pada tahun 1965, dimana Paraguay adalah juara untuk pertama kalinya.

Tahun 2002, olahraga futsal mulai masuk ke Indonesia. Olahraga ini mendapat sambutan, terutama mereka pecinta sepak bola. Kompetisi resmi tingkat Nasional di Indonesia, mulai diadakan tahun 2008 oleh Badan Futsal Nasional (BFN). BFN merupakan badan yang dengan sengaja dibentuk oleh PSSI untuk mengelola futsal di Indonesia. Kejuaraan futsal tersebut dinamakan Indonesia Futsal League (IFL). Kejuaraan ini berlangsung selama empat bulan yang dibagi dalam empat seri. Pemenang dalam kejuaraan IFL, akan mewakili Indonesia dalam AFC Futsal Champions League, yaitu kompetisi futsal tertinggi di Asia.

2.2 Definisi Futsal
Futsal berasal dari nama  futebol de salao (bahasa Portugis) atau futbol sala (bahasa Spanyol) dengan makna yang sama, yaitu sepak bola ruangan. Dari kedua bahasa tersebut muncullah istilah baru, yaitu “Futsal”. Hal yang mencolok dari permainan futsal, jika dibandingkan dengan permainan sepak bola konvensional adalah ukuran lapangan yang lebih kecil dan pemain yang hanya berjumlah 5 dalam setiap timnya termasuk 3-5 orang sebagai cadangan. Oleh karena itu, permainan ini dipandang lebih fleksibel dan dapat dimainkan di dalam ruangan tertutup dengan lapangan berumput sintetis.

2.3 Teknik Dasar Bermain Futsal
Pada dasarnya teknik dasar permainan futsal tidak berbeda dengan permainan sepak bola. Perbedaannya, terletak pada ukuran lapangan yang menuntut pemainnya untuk melakukan teknik yang lebih akurat.

a. Mengoper bola (Passing)
b. Menerima bola (Control)
c. Menggiring bola (Dribble)
d. Menedang bola (Shot)



BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan

Adapun simpulan dari penulisan ini, yaitu :
1. Olahraga sudah menjadi hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari, bahkan menjadi kebutuhan
2. Pada nyatanya olahraga futsal bukan olahraga yang rumit atau banyak ketentuan khusus.
3. Futsal sudah menjadi olahraga permainan yang terkenal di sebagain besar negara.

3.2 Saran
Sebaiknya futsal lebih digalakkan lagi di semua wilayah Indonesia. Karena menurut saya, futsal ini belum merata ke sebagian besar wilayah Indonesia. Bisa dibilang futsal masih didominasi berada hanya pada kota-kota besar di Indonesia, terlebih di Pulau Jawa.
Selain itu, olahraga futsal juga sangat menyehatkan. Karena semua tubuh ikut bergerak dalam memainkan olahraga ini. Tentunya jangan dikesampingkan aspek kehati-hatian, karena futsal juga memiliki resiko karena pemain bisa mengalami cedera.




Sumber :

- https://sites.google.com/site/maleosportcentre/tentang-futsal-indoor-soccer
- http://www.scribd.com/doc/65629787/Pengertian-Futsal
- http://id.wikipedia.org/wiki/Futsal
- http://teknitbermainfutsal.blogspot.com/
- http://futsalplay.blogspot.com/2013/05/teknik-dasar-bermain-futsal.html

Sabtu, 03 Mei 2014

tulisan 4 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17



TURNAMEN FUTSAL
“SANG JUARA”
UNIVERSITAS SAN DIEGO


I. LATAR BELAKANG

Dewasa ini olahraga mulai menjadi kebutuhan bagi setiap orang. Hal ini disebabkan karena adanya tren gaya hidup sehat yang saat ini sudah mulai berkembang dalam masyarakat. Tanpa disadari, setiap orang membutuhkan olahraga sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, bagi sebagian orang, olahraga bukan hanya sekedar kebutuhan biasa dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai kebutuhan, namun olahraga juga sudah dianggap sebagai gaya hidup. Olahraga sebagai gaya hidup, mencerminkan pribadi yang aktif dan sehat. Tak terkecuali bagi olahraga yang satu ini, futsal. Futsal berasal dari bahasa portugis yang berarti “sepakbola dalam ruangan”. Olahraga futsal mulai diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun 2000-an, dan langsung mendapat respon positif dari masyarakat. Cara main yang relatif unik dan lebih simpel karena hanya membutuhkan sedikit pemain, membuat olahraga ini berkembang dengan cepat. Futsal semakin banyak diminati masyarakat khususnya anak muda, baik itu pelajar maupun 
mahasiswa. Olahraga futsal saat ini memang identik dengan anak muda, karena tak hanya dilihat sebagai kebutuhan biasa namun juga menjadi gaya hidup anak muda masa kini. Maka tidak heran jika banyak anak muda yang sangat antusias dengan olahraga futsal. 

Universitas San Diego  merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi barometer perguruan tinggi yang ada di Bekasi dalam bidang akademik. Hal ini mendorong kami untuk menyeimbangkan aspek akademik  dengan olahraga. Karena saat-saat ini banyak kaum muda yang mengecilkan arti olahraga. Olahraga adalah hal penting yang harus dipertahankan dan dikembangkan mengingat minimnya generasi muda yang memilih hal negatif daripada hanya sekedar berolahraga. Banyak hal positif yang bisa diambil dari kegiatan olahraga, khususnya dalam hal ini adalah futsal, dimana terdapat rasa kebersamaan, menjunjung tinggi sportifitas, dan terlebih tubuh akan menjadi lebih bugar. Oleh karena itu, kami panitia turnamen futsal berencana untuk melaksanakan sebuah turnamen futsal.


II. TUJUAN KEGIATAN

1. Untuk menjadikan kegiatan olahraga ini sebagai salah satu hal yang positif bagi mahasiswa
2. Untuk memperkenalkan kegiatan di bidang olahraga Universitas San Diego
3. Untuk mempromosikan pihak sponsor


III. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Hari/Tanggal : Kamis, 7 Mei 2014 – Minggu, 10 Mei 2014
Tempat             : Futsal Town
Pukul         : 09.00–12.00 & 12.15-16.30



IV. ACARA KEGIATAN

1. Modern Dance Performance. Merupakan acara pembuka yang akan dilaksanakan dalam event ini. Pesatnya perkembangan modern dance di kota Bekasi, memberikan space khusus dalam acara ini kepada para mahasiswa yang memiliki bakat menari untuk menampilkan suatu tarian sebagai bentuk hiburan dalam turnamen ini.
2. Futsal Tournament. Merupakan acara utama yang terdiri dari 20 tim.



V. PELAKSANA KEGIATAN

BEM Fakultas Ekonomi Universitas San Diego Periode 2013/2014



VI. PESERTA KEGIATAN

Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa Universitas San Diego. Diperkirakan peserta dan penonton acara akan sebanyak 100-500 orang.



VII. ANGGARAN BIAYA


No
NamaBarang
HargaSatuan
(Rp.)
Kebutuhan (Buah)
Total Harga
(Rp.)
1
Spanduk
300.000
1
300.000
2
Baliho
500.000
1
500.000
3
Id Card Panitia
5.000
27
135.000
4
Seragam Panitia
50.000
27
1.350.000
5
Dekorasi
1.000.000
1
1.000.000
6
Konsumsi
5.000
700
3.500.000
Jumlah Kebutuhan Dana
6.785.000



VIII. SUSUNAN KEPANITIAAN

Pelindung
Rektor Universitas San Diego, Prof. Dr. Ignatius Bagas Wibisono, SE., MM

Penasihat
Pembantu Rektor III Universitas San Diego, Dr. Dwi Handoko, SKom., MMSi
Pembantu Dekan III Universitas San Diego, Dr. Ahmad Eko Saputro, SE., MMSi



IX. PENUTUP

Demikian proposal kegiatan Turnamen Futsal “Sang Juara”  ini kami susun sebagai dasar pelaksanaan kegiatan. Keberhasilan kegiatan ini sangat membutuhkan bantuan dan peran serta dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengharapkan kerjasama semua pihak untuk mendukung kelancaran acara ini. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Bekasi, 7 April 2014


           Ketua Pelaksana                                                                         Sekretaris


         Yunan Wardana                                                               Muhammad Syafaat 



Mengetahui,
Presiden BEM Fakultas Ekonomi 
Universitas San Diego


Nur Ashidiq


tulisan 3 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17


CARA MENYEMIR SEPATU AGAR MENGKILAP

Sering kali kita menghadapi masalah dalam menyemir sepatu, khususnya sepatu berbahan kulit. Dimana hasil penyemiran yang kita lakukan tidak maksimal, dengan kata lain tidak mengkilap. Pasti kita terheran-heran dengan sepatu yang dipakai para anggota militer yang terlihat sangat mengkilap. Oleh karena itu, saya mencoba memberi tips atau cara yang cukup sederhana agar hasil semir sepatu yang kita lakukan bisa maksimal.

Bahan dan alat :
- semir sepatu berbentuk pasta, ingat bukan yang cair
- sikat sepatu
- spons tebal atau kain polos yang halus

Langkah-langkah :

Langkah 1
Sikat seluruh permukaan sepatu dengan sikat sepatu untuk menghilangkan kotoran ataupun debu yang melekat. Jika perlu dapat gunakan lap basah, kemudian diamkan sampai kering. Untuk bagian yang sulit dijangkau dengan sikat sepatu dapat menggunakan sikat gigi.

Langkah 2
Oleskan semir sesuai warna sepatu yang dimiliki dengan merata. Gunakanlah spons tebal atau lap halus untuk mengolesnya.

Langkah 3
Jemur sepatu agar terkena panas matahari, sehingga mengeluarkan minyak hasil olesan semir tadi. Jemur dengan lama sekitar 30 menit.

Langkah 4
Ratakan minyak semir dengan menggunakan sikat sepatu. Lakukan dengan lembut secara rata pada seluruh bagian permukaan sepatu.


Selamat mencoba

Rabu, 30 April 2014

tugas 4 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17


TEORI PROPOSAL (ILMIAH DAN SEMI ILMIAH)

Definisi 
Proposal adalah rencana yang disusun secara sistematika dan terperinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal (Finoza, 1999 : 157).


Kerangka Proposal
Kerangka proposal adalah sebagai berikut :
1. Dasar Pemikiran. Dalam dasar pemikiran sebuah proposal dicantumkan pokok-pokok pemikiran perlunya melaksanakan kegiatan tertentu.
2. Jenis Kegiatan. Jenis kegiatan yang akan dilaksanakan harus dijelaskan dalam proposal.
3. Tema Kegiatan. Tema kegiatan dalam sebuah proposal berisi inti-inti kegiatan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
4. Tujuan Kegiatan. Tujuan kegiatan harus dijelaskan agar orang mengetahuinya. Penyusun proposal perlu merumuskan tujuan sedemikian rupa agar yang akan dicapai dapat diketahui dan dirasakan oleh pembaca proposal.
5. Peserta Kegiatan. Peserta kegiatan meliputi siapa serta berapa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan. Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan harus jelas dalam sebuah proposal.
7. Susunan Kepanitiaan. Para penyusun proposal dari suatu tim perlu menyelksi kualifikasi dan bobot orang-orang yang duduk sebagai panitia pelaksanaan dalam kegiatan yang direncanakannya. Hal ini untuk menjamin kelancaran jalannya suatu kegiatan.
8. Anggaran Biaya. Anggaran biaya dalam suatu proposal harus dicantumkan, tetapi penyusunannya harus logis dan realistis, serta harus memperhatikan keseimbangan antara pengeluaran dan penghasilan. Hal ini agar diterima secara logis oleh penyandang dana.
9. Acara Kegiatan. Jadwal atau acara kegiatan harus jelas dan terperinci. Dengan demikian, pada waktu nanti tidak terjadi hal-hal yang menyimpang dari acra yang sudah ditentukan. Hal ini juga bertujuan untuk mengefektifkan waktu selama kegiatan berlangsung.
10. Penutup. Penutup merupakan bagian akhir yang berfungsi menekankan bahwa proposal diajukan dengan sungguh-sungguh dan dijelaskan pentingnya kegiatan yang akan dilaksanakan. Hendaknya dalam bagian ini tergambar sikap optimis dari pembuat proposal.


Syarat Penyusunan Proposal 
Proposal yang kita susun perlu memiliki hal - hal berikut :
- Memiliki struktur dan logika yang jelas
- Hasil kegiatan itu terstruktur
- Rumuskanlah jenis kegiatan secara jelas, inovatif, terperinci, dan betul-betul dapat dikuasai atau dikerjakan
- Hubungan kegiatan dengan dana yang diperlukan harus rasional dan tidak mengada-ada


Fungsi Proposal
Proposal memiliki fungsi yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan usaha, program, atau kegiatan. Fungsi dari proposal adalah sebagai berikut :
- Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial,politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
- Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
- Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
- Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
- Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.


Jenis Proposal
Ada banyak jenis proposal yang berkaitan dengan aktivitas manusia di kehidupan ini. Secara umum, berikut ini beberapa jenis proposal yang biasa dibuat dan diajukan banyak orang :
- Proposal bisnis, contohnya proposal pendirian usaha.
- Proposal proyek, contohnya proposal pengajuan dana kepada lembaga donor.
- Proposal penelitian, contohnya proposal skripsi, tesis, dan disertasi.
- Proposal kegiatan, contohnya proposal kegiatan seminar, pelatihan, dan lomba.


Proposal Ilmiah
Salah satu jenis tulisan ilmiah adalah proposal penelitian. Proposal penelitian biasanya dibuat untuk aplikasi permohonan bantuan dana penelitian dan untuk rancangan skripsi, tesis, dan disertasi.

Unsur-unsur yang dimuat dalam proposal ilmiah antara lain :
- lingkup masalah dan perumusan masalah
- aspek relevansi teori dengan permasalahan yang diketengahkan dalam penelitian
- metodologi penelitian
- instrumen penelitian
- teknik analisis data
- rencana kegiatan penelitian


Sistematika Proposal
Umumnya, proposal penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
1.2. Identifikasi Masalah dan Batasan masalah
1.3. Rumusan Masalah
1.4. Tujuan Penelitian
1.5. Kegunaan Penelitian

BAB II Landasan Teori
2.1. Teori variabel (dependen , independen)
2.2. Penelitian relevan
2.3. Kerangka Berpikir
2.4. Hipotesis yang diajukan

BAB III Metodologi
3.1. Metode Penelitian (jenis penelitian)
3.2. Waktu dan tempat
3.3. Populasi dan sampel
3.4. Teknik Pengumpulan Data
        a. Jenis dan sumber data
        b. Instrumen
        c. Definisi Operasional (kisi-kisi)
3.5. Teknik Analisis data
3.6. Jadwal Penelitian


Proposal Semi Ilmiah
Semi ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.
Artinya dapat dikatakan proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.



Daftar Pustaka :
Darmayanti, Nani dan Nurul Hidayati. 2008. “Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Unggul (Kelas XII)”. Dalam http://books.google.co.id/books?id=rskNgi90QPIC&pg=PA21&dq=proposal+adalah&hl=en&sa=X&ei=JW9eU_XBGojQiAeqj4GACQ&redir_esc=y#v=onepage&q=proposal%20adalah&f=false

Hasim. 2012. “Mengenal Proposal”. Dalamhttp://hasim319.wordpress.com/2011/05/07/mengenal-proposal/

Hendry. 2010. “Menyusun Proposal Penelitian”. Dalamhttp://teorionline.wordpress.com/2010/01/23/menyusun-proposal-penelitian/

Pengertian Ahli. Tanpa Tahun. “Pengertian, Fungsi, Jenis Proposal”. Dalamhttp://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-fungsi-jenis-proposal.html

Purbaya, Fredy. 2012. “Proposal dan Laporan”. Dalamhttp://fredypurbayadhyfha.wordpress.com/2012/05/04/proposal-dan-laporan/

Terbaru dan Terbaik. Tanpa Tahun. “Contoh Proposal Kegiatan Sistematika”. Dalamhttp://terbaru-terbaik.blogspot.com/2012/11/contoh-proposal-kegiatan-sistematika.html


tugas 3 softskill bahasa indonesia

IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 3 EA17


TEORI PERBEDAAN KARANGAN

Mengarang adalah usaha mengembangkan beberapa kalimat topik dengan bentuk paragraf. Dengan demikian, dalam karangan kita harus mengembangkan beberapa paragraf demi paragraf.


Pengertian karangan menurut para ahli :
1. E. Kosasih (2003 : 26), menjelaskan bahwa karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.
2. Widyamartajaya (1979 : 9) mengatakan bahwa Karangan itu merupakan ungkapan jiwa manusia yang hendak disampaikan kepada orang lain dan terjadi suatu proses berfikir. Kegiatan mengarang dapat terjadi karena ada maksud atau tujuan dari pengarang dengan melalui tahapan dalam pembuatannya.
3. Poerwordarmita (1984 : 445), mengungkapkan bahwa karangan merupakan uraian tentang sesuatu hasil, dengan demikian pengertian karangan atau tulisan dapat kita batasi sebagai rangkaian kalimat yang logis, padu, sistematis, yang berisi pengalaman, pikiran atau pelukisan tentang objek suatu peristiwa atau masalah.
Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.


Ciri-ciri karangan yang baik yakni :
1. Berisi hal-hal yang bermanfaat. Karangan yang bisa memenuhi kebutuhan pembaca akan dapat penghargaan masyarakat. Sangat mungkin karangan itu tidak begitu mendalam, tetapi memberikan manfaat langsung bagi pembaca.
2. Pengungkapan jelas. Pengungkapan yang jelas dapat ditandai dengan mudahnya sebuah karangan dicerna pembaca. Dengan pengungkapan yanh semakin jelas, sebuah tulisan akan semakin mudah diikuti.
3. Penciptaan kesatuan dan pengorganisasian. Karangan yang mampu menciptakan kesatuan dan sekaligus terorganisasi dengan baik ditandai oleh mudahnya pembaca memahami karangan. Sebaiknya karangan langsung menjelaskan inti permasalahan dan tidak berbelit-belit.
4. Efektif dan efisien. Yang dimaksud dengan efektif dan efisien  adalah pengungkapan suatu maksud dengan mengutamakan efisiensi dan efektifitas, yaitu dengan menggunakan kalimat dan kata-kata yang ringkas, namun dapat menjangkau makna yang luas.
5. Ketepataan penggunaan bahasa. Karangan yang baik juga ditentukan oleh penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa yang baik dan benar akan meningkatkan bobot karangan. Hal yang tercakup di dalamnya adalah kesanggupan pengarang untuk memenuhi berbagai kaidah berbahasa Indonesia secara tepat. Pembentukan kata, penyusunan kelompok kata, penyusunan kalimat, serta penguasaan ejaan dan tanda baca harus memadai.
6. Ada variasi kalimat. Variasi yang berkaitan dengan penggunaan bahasa dalam karangan adalah penyusunan kalimat panjang dan pendek secara berselang-seling.
7. Vitalitas. Karangan yang baik biasanya penuh tenaga dan kaya dengan potensi. Kandungan kekuatan dalam karangan itu menjadikan pembaca merasa bahwa si penulis hadir di dalam karangan yang ditulisnya.
8. Cermat. Karangan yang baik memperahatikan masalah kecermatan. Hal-hal kecil, seperti titik dan koma tidak boleh dianggap sepele apalagi diabaikan. Kecermatan juga sangat diperlukan ketika memilih kata maupun menyusun kalimat.
9. Objektif. Mengarang adalah mengungkapkan sesuatu secara jujur, tidak dimuati emosi, dan realistis. Pengungkapan harus runtut dan teratur. Selain itu, uraian harus mencerminkan bahwa pengarang benar-benar menguasai dan menghayati permasalahan yang diuraikannya. 


Menulis Karangan
Sebelum menyusun sebuah karangan, beberapa langkah harus diikuti supaya tulisan kita menjadi sebuah karangan yang padu. Langkah-langkahnya adalah :
- Menentukan tema atau topik karangan
Tema atau topik merupakan gagasan pokok karangan yang menjadi inti karangan tersebut. Salah satu cara menentukan topik karangan adalah dengan mengamati keadaan di lingkungan sekitar kita. Kita dapat menentukan topik sesuai dengan pengalaman. Misalnya, pengalaman mengunjungi tempat wisata, jadi tentukanlah tema atau topik yang kita senangi dan pahami.
- Menulis butir-butir pokok karangan
Setelah tema ditemukan, barulah kita membuat butir-butir pokok permasalahan yang akan dikembangkan menjadi sebuah karangan. Butir-butir pokok sangat penting untuk membantu mengarahkan kita menyusun karangan. Tanpa butir-butir pokok ini, hasil karangan kita akan menjadi kurang baik.
- Membuat kerangka karangan
Buat kerangka karangan berdasarkan tema dan butir-butir pokok karangan yang telah dibuat. Kerangka karangan memudahkanmu menyusun sebuah karangan.


Jenis-Jenis Karangan
1. Berdasarkan teknik pemaparannya :
a. Narasi
Karangan narasi biasanya dihubung-hubungkan dengan cerita. Oleh sebab itu, sebuah karangan narasi banyak kita temukan dalam novel, cerpen, atau hikayat.
b. Deskripsi
Karangan ini melukiskan apa yang terlihat di depan mata. Jadi, karangan ini bersifat tata ruang atau tata letak. Dengan kata lain, deskripsi berurusan dengan hal-hal kecil yang tertangkap oleh pancaindera.
c. Eksposisi
Karangan eksposisi adalah bentuk karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan,memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.
d. Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembacaterhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
e. Persuasi
Karangan persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.

2. Berdasarkan Sifatnya :
a. Ilmiah
Karangan ilmiah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh sesorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat  keilmuan.
b. Semi ilmiah (Populer)
Sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkrit dan formal, kata-katnya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya.
c. Non-ilmiah
Karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang populer atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).



Daftar Pustaka
Anonim. 2013. “Jenis-Jenis Karangan Menurut Menurut Pengertian dan Ciri-Ciri Karangan”. Dalam http://semuapelajaransekolah.blogspot.com/2013/02/jenis-jenis-karangan-menurut-pengertian.html

Arifin, E. Zaenal dan S. Amran Tasai. 2012. Bahasa Indonesia. Tangerang : Pustaka Mandiri.

Darmayanti, Nani dan Silvie Mariana. 2007. “Get Smart Bahasa Indonesia”. Dalamhttp://books.google.co.id/books?id=g-XXRx8USmwC&pg=PA2&dq=karangan+adalah&hl=en&sa=X&ei=ughZU7KNLsT-rAelkIBY&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Homework Student. 2011. “Karangan yang Baik”. Dalam http://homework-student.blogspot.com/2011/02/karangan-yang-baik.html#rPD5s2Z4AvMKXDGp.99

Kurniawan, Gatot. Tanpa Tahun. “Karangan Imiah, Non-Ilmiah, dan Semi Ilmiah (Populer)”. Dalam http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-indonesia-2-karangan-ilmiah-non-ilmiah-dan-ilmiah-populer.html

Marji. Tanpa Tahun. “Jenis Karangan”. Dalamhttp://pintarberbahasa.wordpress.com/jenis-karangan/

Putra, Hedi. 2013. “Pengertian dan Jenis-Jenis Karangan”. Dalamhttp://edukasi.kompasiana.com/2013/06/08/pengertian-dan-jenis-jenis-karangan-566867.html