Selasa, 30 Desember 2014
tulisan 7 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
Bank Indonesia (BI, dulu disebut De Javasche Bank) adalah bank sentral Republik Indonesia. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Untuk mencapai tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Ketiganya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien.
BI juga menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk mengedarkan uang di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya BI dipimpin oleh Dewan Gubernur.
Sejarah
- Bank Indonesia pada awal terbentuknya bernama De Javasche Bank. Pada 1828 De Javasche Bank didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai bank sirkulasi yang bertugas mencetak dan mengedarkan uang.
- Kemudian dengan berjalannya waktu barulah menjadi Bank Indonesia. Pada tahun 1953, Undang-Undang Pokok Bank Indonesia menetapkan pendirian Bank Indonesia untuk menggantikan fungsi De Javasche Bank sebagai bank sentral.
- Dengan tiga tugas utama di bidang moneter, perbankan, dan sistem pembayaran. Selain itu, Bank Indonesia diberi tugas lain dalam hubungannya dengan Pemerintah dan melanjutkan fungsi bank komersial yang dilakukan oleh DJB sebelumnya.
- Pada tahun 1968 diterbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang mengatur kedudukan dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral, terpisah dari bank-bank lain yang melakukan fungsi komersial. Bank Indonesia juga bertugas membantu Pemerintah sebagai agen pembangunan mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.
- Tahun 1999 merupakan Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia, sesuai dengan UU No.23/1999 yang menetapkan tujuan tunggal Bank Indonesia yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
- Pada tahun 2004, Undang-Undang Bank Indonesia diamandemen dengan fokus pada aspek penting yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan wewenang Bank Indonesia, termasuk penguatan pemerintahan.
- Pada tahun 2008, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan. Amandemen dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan perbankan nasional dalam menghadapi krisis global melalui peningkatan akses perbankan terhadap Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia.
Status dan Kedudukan Bank Indonesia
- Sebagai Lembaga Negara yang Independen
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara independen dan bebas dari campur tangan pemerintah ataupun pihak lainnya. Sebagai suatu lembaga negara yang independen. Kedudukan Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen tidak sejajar dengan Lembaga Tinggi Negara, juga tidak sama dengan Departemen, karena kedudukan Bank Indonesia berada diluar Pemerintah. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.
- Sebagai Badan Hukum
Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan.
- Tujuan dan Tugas Bank Indonesia
Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
- Tiga Pilar Utama
Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia.
- Pengaturan dan Pengawasan Bank
Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan atau kegiatan usaha tertentu dari bank, melaksanakan pengawasan atas bank, dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dewan Gubernur BI
- Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur.
- Dewan ini terdiri atas seorang Gubernur sebagai pemimpin, dibantu oleh seorang Deputi Gubernur Senior sebagai wakil, dan sekurang-kurangnya empat atau sebanyak-banyaknya tujuh Deputi Gubernur.
- Masa jabatan Gubernur dan Deputi Gubernur selama-lamanya lima tahun, dan mereka hanya dapat dipilih untuk sebanyak-banyaknya dua kali masa tugas.
- Gubernur dan Deputi Gubernur Senior diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR.
- Deputi Gubernur diusulkan oleh Gubernur dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia tidak dapat diberhentikan oleh Presiden, kecuali bila mengundurkan diri, berhalangan tetap, atau melakukan tindak pidana kejahatan.
Pengambilan Keputusan
- Pengambilan keputusan dilakukan dalam Rapat Dewan Gubernur, atas dasar prinsip musyawarah demi mufakat. Rapat Dewan Gubernur (RDG) diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan untuk menetapkan kebijakan umum di bidang moneter, serta sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan kebijakan moneter atau menetapkan kebijakan lain yang bersifat prinsipil dan strategis. Apabila mufakat tidak tercapai, Gubernur menetapkan keputusan akhir.
Para Gubernur Bank Indonesia
Sejak dibentuk, orang-orang yang terpilih sebagai Gubernur BI, sebagai berikut:
2010-sekarang Darmin Nasution
2009-2010 Darmin Nasution (Pelaksana tugas)
2009 Miranda Gultom (Pelaksana tugas)
2008-2009 Boediono
2003-2008 Burhanuddin Abdullah
1998-2003 Syahril Sabirin
1993-1998 Sudrajad Djiwandono
1988-1993 Adrianus Mooy
1983-1988 Arifin Siregar
1973-1983 Rachmat Saleh
1966-1973 Radius Prawiro
1963-1966 T. Jusuf Muda Dalam
1960-1963 Mr. Soemarno
1959-1960 Mr. Soetikno Slamet
1958-1959 Mr. Loekman Hakim
1953-1958 Mr. Sjafruddin Prawiranegara
tulisan 6 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
1) Nn. Kezia membuka rekening tabungan Rp 2,5 juta yang dananya dari rekening deposito pribadinya.
Jawab :
JU
Deposito Rp 2.500.000
Tabungan Rp 2.500.000
JO
04 Deposito Rp 2.500.000
OD Tabungan Rp 2.500.000
05 OD Deposito Rp 2.500.000
Tabungan Rp 2.500.000
2) Bpk. Dika mendapat pinjaman investasi sebesar Rp 20 juta, dimana Rp 15 juta diambil tunai dan sisanya dimasukkan ke rekening tabungan pribadinya.
Jawab :
JU
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
Kas Rp 15.000.000
Tabungan Rp 5.000.000
JO
06 Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
OD CIS Rp 15.000.000
OD Tabungan Rp 5.000.000
07 OD Loan Rp 15.000.000
Kas Rp 15.000.000
05 OD Loan Rp 5.000.000
Tabungan Rp 5.000.000
3) Bank Gunadarma berhasil menjual SBPU yang diterbitkan sebesar Rp 200 juta pada PT XYZ yang dananya diterima secara tunai.
Jawab :
JU
Kas Rp 200.000.000
SBPU Rp 200.000.000
JO
08 OD CIS Rp 200.000.000
SBPU Rp 200.000.000
07 Kas Rp 200.000.000
OD Sundries Rp 200.000.000
4) Bpk. Dika melunasi pinjaman investasinya menggunakan cek Bank BNI sebesar Rp 10 juta dan sisanya secara tunai.
Jawab :
JU
Kliring Rp 10.000.000
Kas Rp 10.000.000
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
JO
06 OD Sundries Rp 10.000.000
OD CIS Rp 10.000.000
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
08 Kliring Rp 10.000.000
OD Loan Rp 10.000.000
07 Kas Rp 10.000.000
OD Loan Rp 10.000.000
5) Untuk keperluan membayar listrik, Nn. Kezia menarik dana dari rekening tabungannya sebesar Rp 500 ribu.
Jawab :
JU
Tabungan Rp 500.000
Kas Rp 500.000
JO
05 Tabungan Rp 500.000
OD CIS Rp 500.000
07 OD Tabungan Rp 500.000
Kas Rp 500.000
19211143 / 4 EA17
1) Nn. Kezia membuka rekening tabungan Rp 2,5 juta yang dananya dari rekening deposito pribadinya.
Jawab :
JU
Deposito Rp 2.500.000
Tabungan Rp 2.500.000
JO
04 Deposito Rp 2.500.000
OD Tabungan Rp 2.500.000
05 OD Deposito Rp 2.500.000
Tabungan Rp 2.500.000
2) Bpk. Dika mendapat pinjaman investasi sebesar Rp 20 juta, dimana Rp 15 juta diambil tunai dan sisanya dimasukkan ke rekening tabungan pribadinya.
Jawab :
JU
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
Kas Rp 15.000.000
Tabungan Rp 5.000.000
JO
06 Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
OD CIS Rp 15.000.000
OD Tabungan Rp 5.000.000
07 OD Loan Rp 15.000.000
Kas Rp 15.000.000
05 OD Loan Rp 5.000.000
Tabungan Rp 5.000.000
3) Bank Gunadarma berhasil menjual SBPU yang diterbitkan sebesar Rp 200 juta pada PT XYZ yang dananya diterima secara tunai.
Jawab :
JU
Kas Rp 200.000.000
SBPU Rp 200.000.000
JO
08 OD CIS Rp 200.000.000
SBPU Rp 200.000.000
07 Kas Rp 200.000.000
OD Sundries Rp 200.000.000
4) Bpk. Dika melunasi pinjaman investasinya menggunakan cek Bank BNI sebesar Rp 10 juta dan sisanya secara tunai.
Jawab :
JU
Kliring Rp 10.000.000
Kas Rp 10.000.000
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
JO
06 OD Sundries Rp 10.000.000
OD CIS Rp 10.000.000
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
08 Kliring Rp 10.000.000
OD Loan Rp 10.000.000
07 Kas Rp 10.000.000
OD Loan Rp 10.000.000
5) Untuk keperluan membayar listrik, Nn. Kezia menarik dana dari rekening tabungannya sebesar Rp 500 ribu.
Jawab :
JU
Tabungan Rp 500.000
Kas Rp 500.000
JO
05 Tabungan Rp 500.000
OD CIS Rp 500.000
07 OD Tabungan Rp 500.000
Kas Rp 500.000
tulisan 5 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
Buatlah JU dan JO untuk transaksi berikut ini !
1. Tina datang ke Bank Gunadarma dengan membawa uang tunai Rp 2.000.000
Ia ingin menjadi nasabah dengan membuka rekening tabungan Rp 500.000 dan sisanya untuk giro.
2. Tini mengambil uang dari tabungannya Rp 20.000.000
Dana tersebut diambil tunai Rp 5.000.000 dan sisanya dimasukkan untuk rekening giro.
3. Tono menyetor secara tunai untuk rekening depositonya pada Bank Gunadarma sebesar Rp 30.000.000
4. Bank Gunadarma melakukan pembelian kendaraan kantor sebanyak 5 unit. Harga kendaraan per unit adalah Rp 100.000.000 yang pembayarannya dilakukan secara tunai.
5. PT Maju Mundur mendapat pinjaman dari Bank Gunadarma Rp 30.000.000 dan diambil secara tunai sebesar Rp 20.000.000, sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam rekening giro.
JAWABAN
1. Jurnal Umum
Kas Rp 2.000.000
Tabungan Rp 500.000
Giro Rp 1.500.000
Jurnal Offset
07 Kas Rp 2.000.000
OD Tabungan Rp 500.000
OD Giro Rp 1.500.000
05 OD CIS Rp 500.000
Tabungan Rp 500.000
03 OD CIS Rp 1.500.000
Giro Rp 1.500.000
2. Jurnal Umum
Tabungan Rp 20.000.000
Kas Rp 5.000.000
Giro Rp 15.000.000
Jurnal Offset
07 OD Tabungan Rp 20.000.000
Kas Rp 5.000.000
OD Giro Rp 15.000.000
05 Tabungan Rp 5.000.000
OD CIS Rp 5.000.000
07 OD Tabungan Rp 5.000.000
Kas Rp 5.000.000
05 Tabungan Rp 15.000.000
OD Giro Rp 15.000.000
03 OD Tabungan Rp 15.000.000
Giro Rp 15.000.000
3. Jurnal Umum
Kas Rp 30.000.000
Deposito Rp 30.000.000
Jurnal Offset
07 Kas Rp 30.000.000
OD Deposito Rp 30.000.000
04 OD CIS Rp 30.000.000
Deposito Rp 30.000.000
4. Jurnal Umum
Kas Rp 500.000.000
Kend. Kantor Rp 500.000.000
Jurnal Offset
07 Kas Rp 500.000.000
OD Umum Rp 500.000.000
02 OD CIS Rp 500.000.000
Kend. Kantor Rp 500.000.000
5. Jurnal Umum
Pinjaman diberikan Rp 30.000.000
Kas Rp 20.000.000
Giro Rp 10.000.000
Jurnal Offset
06 Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
OD CIS Rp 20.000.000
07 OD Loan Rp 20.000.000
Kas Rp 20.000.000
06 Pinjaman diberikan Rp 10.000.000
OD Giro Rp 10.000.000
03 OD Loan Rp 10.000.000
Giro Rp 10.000.000
tulisan 4 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
1. Jelaskan istilah-istilah berikut :
a. Probabilitas
Jawab : Kemungkinan atau peluang yang dapat terjadi dalam suatu peristiwa di masa mendatang, tentu dengan pendekatan akal logis sesuai dengan batasan dan asumsi tertentu.
b. Percobaan
Jawab : Proses dimana pengukuran/observasi yang bersangkutan dilaksanakan.
Ruang Sampel
Jawab : Himpunan semua hasil yang mungkin pada suatu percobaan.
Titik Sampel
Jawab : Setiap anggota atau elemen daripada ruang sampel peristiwa/kejadian/gejala adalah himpunan bagian dan ruang sampel dari suatu percobaan, atau hasil yang dimaksud dari percobaan bersangkutan.
Peristiwa
Jawab : Himpunan bagian dari ruang sampel.
c. Peristiwa Saling Lepas
Jawab : Terjadinya dua peristiwa atau lebih, dimana peristiwa-peristiwa tersebut tidak dapat terjadi pada saat bersamaan, yang disebut juga peristiwa saling asing.
2. Berikan contoh-contoh peristiwa pada soal no.1 !
- Contoh probabilitas : Mengambil sebuah bola yang harus dipilih secara acak dari sebuah tas berisi tiga bola merah dan tujuh bola putih. Probabilitas diambil bola merah adalah 3/10.
- Contoh percobaan, ruang sampel, titik sampel, dan peristiwa : Dua buah mata uang logam dilempar ke atas. Dari percobaan merupakan lemparan dua mata uang logam tersebut, ruang sampel berupa (a,g);(a,a);(g,a);(g,g). Titik sampel berupa a (angka) dan g (gambar), dan peristiwanya (aa),(ag),(gg).
- Contoh peristiwa saling lepas : Dilemparkan sebuah dadu, maka peluang muncul dadu bermata genap atau ganjil merupakan peristiwa saling lepas.
3. Dua buah dadu dilempar 1x. Tentukan nilai probabilitas dari kejadian-kejadian berikut !
a. Hasil lemparan muncul angka sama
Jawab : P(A)= 6/12 = ½
P(A U B)= P(A)+(B) = ½ + ¼ = ¾
b. Hasil lemparan muncul angka bilangan prima
Jawab : P(B)= 3/12 = ¼
P(A U C)= P(A)+P(C) = ½ + 1/6 = 4/6 = 2/3
c. Hasil lemparan muncul angka tujuh
Jawab : P(C)= 2/12 = 1/6
P(A U B U C)= P(A)+P(B)+P(C) = ½ + ¼ + 1/6 = 11/12
4. Berikut ini hasil penjualan 31 salesman dari perusahaan “Maju Terus”
x 15 20 17 25 10
f 3 8 6 12 2
x : hasil penjualan(satuan)
Berapa probabilitas seorang salesman yang hasil penjualannya 25?
Jawab : P(x=25) = 12/31 = 0.3781
tulisan 3 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
1. Apa yang dimaksud dengan model pengambilan keputusan?
Jawab : Percontohan yang mengandung unsur bersifat sederhana untuk dapat ditiru (jika perlu).
2. Apa pentingnya model terhadap pengambilan keputusan? Jelaskan!
Jawab :
- untuk mengetahui apakah hubungan yang bersifat tunggal dari unsur-unsur itu ada relevansinya terhadap masalah yang akan dipecahkan/diselesaikan.
- untuk memperjelas secara eksplisit mengenai hubungan signifikan diantara unsur-unsur itu.
- untuk merumuskan hipotesis mengenai hakekat hubungan-hubungan antar variabel.
- untuk memberikan pengelolaan terhadap pengambilan keputusan.
3. Sebut dan jelaskan beberapa model pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh :
a. Quade
Jawab : Menurut Quade, model pengambilan keputusan dibagi menjadi 2 tipe, yaitu model kuantitatif dan model kualitatif.
b. Robert D. Spech
Jawab : Menurut Robert D. Spech model pengambilan keputusan dibagi menjadi 5 kategori, yaitu model matematika, model simulasi komputer, model permainan operasional, model verbal, dan model fisik.
c. Gullet dan Hicks
Jawab : Menurut Gullet dan Hicks mengklasifikasi beberapa model, yaitu model probabilitas, konsep nilai-nilai harapan, model matriks, model pohon keputusan, model kurva indeferen, dan model simulasi komputer.
tulisan 2 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
1. Apa yang dimaksud proses pengambilan keputusan?
Jawab : tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan dan menjadi kerangka dasar, sehingga tiap saat dapat dikembangkan menjadi sub-tahap, disebut langkah khusus/spesifik dan lebih operasioanl dalam membuat pengambilan keputusan.
2. Umumnya proses pengambilan keputusan terdiri dari 3 tahap, sebut dan jelaskan tahap-tahap tersebut!
Jawab :
a. Penemuan masalah
Tahap dimana masalah harus didefinisikan, sehingga perbedaan antara masalah dan bukan masalah menjadi jelas.
b. Pemecahan masalah
Tahap ini merupakan tahap dimana masalah sudah ada atau sudah jelas, kemudian diselesaikan melalui langkah-langkah berikut.
- identifikasi alternative keputusan untuk memecahkan masalah
- perhitungan faktor-faktor yang tidak diketahui sebelumnya, atau diluar jangkauan manusia.
- pembuatan alat/sarana untuk mengukur hasil dalam bentuk tabel.
- pemilihan dan pengambilan model keputusan
c. Pengambilan keputusan
Keputusan yang diambil adalah berdasarkan pada keadaan lingkungan atau kondisi yang ada, kondisi pasti, kondisi beresiko, kondisi tidak pasti, dan kondisi konflik.
3. Sebut dan jelaskan mengenai proses pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh :
a. Herbert A. Simon
Jawab :
Proses pengambilan keputusan memiliki 3 fase, yaitu :
- Fase intelegensia
Merupakan informasi untuk keadaan yang memungkinkan dalam rangka pengambilan keputusan.
- Fase desain
Merupakan kegiatan perencanaan dalam pengambilan keputusan yang terdiri dari identifikasi masalah dan formulasi masalah.
- Fase pemilihan
b. Richard I. Levin
Jawab :
Proses pengambilan keputusan terdiri dari 6 tahap, yaitu :
- observasi
- analisis dan pengembangan masalah
- pengembangan model
- memilih data masukan yang sesuai
- perumusan dan pengesahan yang dapat dipertanggungjawabkan
- penerapan masalah
c. Sir Francis Bacon
Jawab :
Proses pengambilan keputusan terdiri dari 6 tahap, yaitu :
- merumuskan/mendefinisikan masalah
- pengumpulan informasi relevan
- mencari alternatif tindakan
- analisis alternatif
- memilih alternatif terbaik
- melaksanakan putusan dan evaluasi hasil
d. Prof. Dr. Mr. Prayudi Atmosudibyo
Jawab :
Proses pengambilan keputusan melalui tahap-tahap sebagai berikut :
- seseorang mula-mula harus sadar dan menempatkan diri sebagai pemimpin dalam organisasi, bisa bertanggungjawab sebagai pemimpin serta harus memutuskan sesuatu jika dalam organisasi tersebut timbul suatu masalah.
- masalah yang dihadapi terlebih dulu harus ditelaah mengingat masalah itu punya macam-macam sifat, bentuk, dan kompleksitas.
- menganalisis dan mempengaruhi organisasi juga masalahnya.
- menelaah keputusan lalu dipilih salah satu diantara alternatif-alternatif tersebut yang dianggap tepat.
- setelah putusan diambil, lalu dilaksanakan. Keberhasilan pelaksaan keputusan itu akan saling terpengaruh dari jiwa kepemimpinan dan manajemen dari pimpinan bersangkutan.
19211143 / 4 EA17
1. Apa yang dimaksud proses pengambilan keputusan?
Jawab : tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan dan menjadi kerangka dasar, sehingga tiap saat dapat dikembangkan menjadi sub-tahap, disebut langkah khusus/spesifik dan lebih operasioanl dalam membuat pengambilan keputusan.
2. Umumnya proses pengambilan keputusan terdiri dari 3 tahap, sebut dan jelaskan tahap-tahap tersebut!
Jawab :
a. Penemuan masalah
Tahap dimana masalah harus didefinisikan, sehingga perbedaan antara masalah dan bukan masalah menjadi jelas.
b. Pemecahan masalah
Tahap ini merupakan tahap dimana masalah sudah ada atau sudah jelas, kemudian diselesaikan melalui langkah-langkah berikut.
- identifikasi alternative keputusan untuk memecahkan masalah
- perhitungan faktor-faktor yang tidak diketahui sebelumnya, atau diluar jangkauan manusia.
- pembuatan alat/sarana untuk mengukur hasil dalam bentuk tabel.
- pemilihan dan pengambilan model keputusan
c. Pengambilan keputusan
Keputusan yang diambil adalah berdasarkan pada keadaan lingkungan atau kondisi yang ada, kondisi pasti, kondisi beresiko, kondisi tidak pasti, dan kondisi konflik.
3. Sebut dan jelaskan mengenai proses pengambilan keputusan yang dikemukakan oleh :
a. Herbert A. Simon
Jawab :
Proses pengambilan keputusan memiliki 3 fase, yaitu :
- Fase intelegensia
Merupakan informasi untuk keadaan yang memungkinkan dalam rangka pengambilan keputusan.
- Fase desain
Merupakan kegiatan perencanaan dalam pengambilan keputusan yang terdiri dari identifikasi masalah dan formulasi masalah.
- Fase pemilihan
b. Richard I. Levin
Jawab :
Proses pengambilan keputusan terdiri dari 6 tahap, yaitu :
- observasi
- analisis dan pengembangan masalah
- pengembangan model
- memilih data masukan yang sesuai
- perumusan dan pengesahan yang dapat dipertanggungjawabkan
- penerapan masalah
c. Sir Francis Bacon
Jawab :
Proses pengambilan keputusan terdiri dari 6 tahap, yaitu :
- merumuskan/mendefinisikan masalah
- pengumpulan informasi relevan
- mencari alternatif tindakan
- analisis alternatif
- memilih alternatif terbaik
- melaksanakan putusan dan evaluasi hasil
d. Prof. Dr. Mr. Prayudi Atmosudibyo
Jawab :
Proses pengambilan keputusan melalui tahap-tahap sebagai berikut :
- seseorang mula-mula harus sadar dan menempatkan diri sebagai pemimpin dalam organisasi, bisa bertanggungjawab sebagai pemimpin serta harus memutuskan sesuatu jika dalam organisasi tersebut timbul suatu masalah.
- masalah yang dihadapi terlebih dulu harus ditelaah mengingat masalah itu punya macam-macam sifat, bentuk, dan kompleksitas.
- menganalisis dan mempengaruhi organisasi juga masalahnya.
- menelaah keputusan lalu dipilih salah satu diantara alternatif-alternatif tersebut yang dianggap tepat.
- setelah putusan diambil, lalu dilaksanakan. Keberhasilan pelaksaan keputusan itu akan saling terpengaruh dari jiwa kepemimpinan dan manajemen dari pimpinan bersangkutan.
tulisan 1 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
1. Jelaskan pengertian dari istilah-istilah berikut !
19211143 / 4 EA17
1. Jelaskan pengertian dari istilah-istilah berikut !
a. Keputusan
Jawab : Suatu tindakan pemecahan masalah sebagai suatu hukum situasi yang dilakukan melalui pemilihan satu alternatif dari beberapa alternatif.
b. Pengambilan keputusan
Jawab : Suatu proses pemilihan alternantif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti sebagai suatu cara pemecahan masalah.
c. Teori pengambilan keputusan
Jawab : Teori-teori atau teknik-teknik atau pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam suatu proses pengambilan keputusan.
2. Pengambilan keputusan sebagai suatu bentuk pemecahan masalah mempunyai atau memiliki fungsi dan tujuan. Sebut dan jelaskan fungsi dan tujuan dari pengambilan keputusan !
Jawab :
a. Fungsi pengambilan keputusan
- Pangkal permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah.
- Sesuatu yang bersifat futuristic, artinya bersangkutan dengan hari yang akan datang, masa depan, dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.
b. Tujuan pengambilan keputusan
- Tujuan bersifat tunggal. Maksudnya adalah dimana suatu keputusan yang diambil berpengaruh dalam pemecahan satu masalah itu saja.
- Tujuan bersifat ganda. Maksudnya adalah dimana dimana suatu keputusan yang diambil dapat berpengaruh terhadap banyak pemecahan masalah yang lainnya.
3. Ada beberapa unsur/komponen dari pengambilan keputusan, sebutkan unsur-unsur tersebut !
Jawab :
Unsur-unsur pengambilan keputusan :
- Tujuan pengambilan keputusan.
- Identifikasi alternatif-alternatif keputusan untuk memecahkan masalah.
- Perhitungan faktor-faktor yang tidak diketahui sebelumnya atau diluar jangkauan manusia.
- Sarana atau alat untuk mengevaluasi atau mengukur hasil dari suatu pengambilan keputusan.
4. Menurut George R. Terry ada beberapa hal yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Sebut dan jelaskan dasar-dasar pengambilan keputusan tersebut !
Jawab :
Dasar-dasar pengambilan keputusan :
- Intuisi (perasaan). Maksudnya adalah pengambilan keputusan didasarkan pada naluri atau perasaan. Tentu dalam keadaan tenang bukan dengan tergesa-gesa.
- Pengalaman. Maksudnya adalah pengambilan keputusan didasarkan pada pengalaman yang dimiliki. Semakin besar pengalaman yang dimiliki, maka semakin baik keputusan yang diambil.
- Fakta. Keputusan yang diambil harus berdasarkan fakta, bukan hal-hal fiktif.
- Wewenang. Tidak semua pihak dapat mengambil keputusan. Yang berhak mengambil suatu keputusan tentu seseorang yang memang memiliki kewenangan .
- Rasional. Maksudnya adalah pengambilan keputusan harus logis dan masuk akal sehingga bisa diterima oleh semua pihak.
5. Dalam pengambilan keputusan ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Sebut dan jelaskan secara singkat faktor-faktor tersebut !
Jawab :
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan :
- Posisi (kedudukan). Maksudnya adalah letak posisi dan tingkatan posisi menentukan sebagai apa dan keputusan apa yang diambil.
- Masalah. Maksudnya adalah peyimpangan terhadap tujuan yang akan dicapai, sehingga harus bisa dipecahkan dan diselesaikan.
- Situasi. Maksudnya adalah keadaan yang ikut berpengaruh keputusan bagaimana yang harus diambil.
- Kondisi. Maksudnya adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki untuk mengambil keputusan dalam pemecahan masalah.
- Tujuan. Maksudnya adalah keputusan yang diambil harus memiliki maksud dan target untuk menentukan apa yang ingin dicapai dari keputusan tersebut.
6. Apa perbedaan pengambilan keputusan yang dilakukan secara ilmiah dengan pengambilan keputusan yang dilakukan secara tidak ilmiah ?
Jawab : Perbedaannya adalah dimana pengambilan keputusan secara ilmiah dilakukan secara empiris melalui langkah-langkah yang bersifat logis. Sedangkan pengambilan keputusan tidak ilmiah dilakukan hanya berdasarkan intuisi atau pengalaman yang dimiliki, tanpa langkah-langkah yang lebih dalam lagi.
7. Mengapa pengambilan keputusan sangat diperlukan dalam menjalankan roda kehidupan suatu organisasi. Jelaskan !
Jawab : Karena dalam kehidupan suatu organisasi selalu dihadapkan pada masalah-masalah tertentu, sehingga dibutuhkan tindakan pengambilan keputusan yang tepat agar masalah-masalah tersebut bisa terpecahkan dan teratasi.
8. Sebut dan jelaskan apa yang dimaksud dengan :
a. Keputusan terprogram
Jawab : Keputusan yang diambil terhadap aktivitas-aktivitas rutin, yang terjadi berulang kali. Seperti pembayaran gaji karyawan dan pemesanan barang persediaan.
b. Keputusan tidak terprogram
Jawab : Keputusan yang diambil terhadap aktivitas-aktivitas yang jarang bahkan tidak pernah terjadi. Seperti pengeluaran biaya perbaikan akibat kebakaran ataupun pelepasan saham di bursa efek.
9. Secara garis besar proses pengambilan keputusan terdiri atas 3 tahap. Sebut dan jelaskan tiga tahap tersebut !
Jawab :
- Penemuan masalah. Tahap mendefinisikan masalah untuk mengetahui mana yang menjadi masalah mana yang bukan.
- Pemecahan masalah. Tahap penyelesaian masalah melalui langkah-langkah logis dan sistematis.
- Pengambilan keputusan. Tahap menentukan keputusan yang diambil berdasarkan hasil yang telah diperoleh.
10. Kemukakan 1 contoh pengambilan keputusan dengan menggunakan proses pengambilan keputusan !
Jawab : Baru-baru ini ada hal yang sedang menjadi sorotan, yaitu mengenai penetapan RUU Pilkada melalui DPRD menjadi Undang-undang. Proses situ dilakukan lembaga negara, yaitu DPR. Dalam prosesnya, DPR tidak dapat menetapkan hal itu seenaknya, karena terdapat banyak fraksi partai yang pro maupun kontra. Sehingga untuk mengambil keputusan penetapan harus melalui siding paripurna DPR, yang merupakan forum tertinggi di DPR dalam penetapan RUU menjadi UU. Karena tidak semua fraksi partai setuju, maka pimpinan DPR menentukan melalui voting untuk memperoleh hasil penetapan. Dari beberapa alternatif dipilihlah dua opsi, yaitu Pemilukada langsung oleh rakyat dan Pemilukada tidak langsung oleh DPRD. Dari hasil voting diperoleh hasil terbanyak adalah yang memilih Pemilukada tidak langsung oleh DPRD, sehingga keputusan yang diambil adalah menetapkan RUU Pemilukada melalui DPRD menjadi UU Pemilukada melalui DPRD.
Langganan:
Postingan (Atom)