Selasa, 30 Desember 2014
4 EA17_IGNATIUS BAGAS WIBISONO_19211143_TUGAS 3
KELAS : 4EA17
NAMA : IGNATIUS BAGAS WIBISONO
NPM : 19211143
ABSTRAK
Ignatius Bagas Wibisono, 19211143
IKLAN DALAM ETIKA DAN ESTETIKA : CONTOH KASUS PADA IKLAN SEPEDA MOTOR YAMAHA JUPITER MX
Jurnal, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2014.
Kata Kunci: Iklan, Etika, Estetika, Kepentingan Perusahaan, Hak-hak Kosumen.
Dalam dunia bisnis, iklan merupakan satu kekuatan yang dapat digunakan untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya.Iklan pada hakikatnya merupakan salah satu strategi pemasaran yang dimaksudkan untuk mendekatkan barang yang hendak dijual kepada konsumen, dengan kata lain mendekatkan konsumen dengan produsen.Iklan dikomunikasikan kepada khalayak luas melalui berbagai media, sehingga iklan harus memiliki etika dan juga estetika, baik moral maupun bisnis. Karena iklan yang baik adalah iklan yang mempunyai etika dan estetika.
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seharusnya produsen mempromosikan suatu produk barang atau jasa kepada konsumen dilihat dari sisi kepentingan perusahaan dan hak-hak konsumen.
Dalam melakukan penulisan ini, penulis menggunakan metode studi kepustakaan (library research) untuk mendapatkan data-data yang konkret untuk keperluan penulisan ini.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Iklan merupakan tayangan yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, hampir setiap hari kita disajikan dengan berbagai macam jenis iklan yang beredar, terutama iklan yang ada di televisi. Dalam era informasi seperti ini,iklan memainkan peran yang sangat penting untuk menyampaikan informasi tentang suatu produk kepada masyarakat. Dimana pun juga, kita bisa dengan mudah menemukan iklan-iklan mulai dari yang paling sekuler sampai kepada informasi mengenai produk, jasa dan sebagainya baik yang disajikan melalui media massa, media cetak maupun media elektronik.
Dalam dunia bisnis, iklan merupakan satu kekuatan yang dapat digunakan untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Penekanan utama iklan adalah akses informasi dan promosi dari pihak produsen kepada konsumen. Sebagai media, baik yang berupa visual atau oral, iklan mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi khalayak umum untuk mencapai target keuntungan. Dengan demikian, suka atau tidak suka iklan mempunyai pengaruh ynag sangat besar terhadap kehidupan manusia baik secara positif maupun negative. Iklan pada hakikatnya merupakan salah satu strategi pemasaran yang dimaksudkan untuk mendekatkan barang yang hendak dijual kepada konsumen, dengan kata lain mendekatkan konsumen dengan produsen.
Secara positif iklan adalah suatu metode yang digunakan untuk memungkinkan barang dapat dijual kepada konsumen. Peran utama yang diemban oleh iklan, yakni sebagai kekuatan ekonomi dan sosial yang menginformasikan konsumen perihal produk-produk barang dan jasa yang bisa dijadikan sebagai pemuas kebutuhan. Dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis, produsen harus mampu membuat iklan semenarik mungkin. Tidak cukup itu saja, iklan yang disajikan harus menggunakan cara yang positif, karena dalam iklan juga terdapat tata cara dan aturan dalam penyajiannya bahkan diatur dalam undang-undang.
Namun dengan adanya sistem pasar bebas yang mengenal kompetisi yang ketat diantara banyak perusahaan terutama dalam menjual barang dagangan sejenis. Berbagai macam cara dilakukan dalam memasarkan suatu produk sehingga sampai di hati konsumen, bahkan sampai membuat iklan yang terkesan menjatuhkan pesaing. Ini tentu saja akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Hal utama yang menjadi sorotan dalam masalah iklan adalah sejauh mana komitmen moral atau etika bisnis yang dimiliki perusahaan dalam mempertanggungjawabkan materi atau isi pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Iklan dikomunikasikan kepada khalayak luas melalui berbagai media, sehingga iklan harus memiliki etika dan juga estetika, baik moral maupun bisnis. Berdasarkan latar belakang di atas jurnal ini akan membahas mengenai “Iklan Dalam Etika dan Estetika : Contoh Kasus Pada Iklan Sepeda Motor Yamaha Jupiter MX”.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana seharusnya produsen mempromosikan suatu produk barang atau jasa kepada konsumen dilihat dari sisi kepentingan perusahaan dan hak-hak konsumen?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui bagaimana seharusnya produsen mempromosikan suatu produk barang atau jasa kepada konsumen dilihat dari sisi kepentingan perusahaan dan hak-hak konsumen.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Iklan
Kata iklan berasal dari bahasa Yunani yang artinya adalah menggiring orang pada gagasan.Secara komprehensif iklan adalah semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu. Dengan demikian, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk atau menggiring orang untuk mengambil tindakan yang mneguntungkan bagi pihak pembuat iklan.
Menurut Kasali (2007), periklanan adalah bagian dari bauran pemasaran yang secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu. Sedangkan Menurut Thomas M. Garret, SJ, iklan dipahami sebagai aktivitas-aktivitas lewatnya pesan-pesan visual atau oral disampaikan kepada khalayak dengan maksud menginformasikan atau memengaruhi mereka untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi, atau untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi secara positif terhadap idea-idea, institusi-institusi tau pribadi-pribadi yang terlibat.
2.2 Fungsi Iklan
Fungsi periklanan adalah mendatangkan uang bagi pengiklan karena orang membeli produk yang diiklankan, juga bagi media massa. Adapun fungsi iklan adalah sebagai berikut:
1. Fungsi pemasaran, yaitu fungsi untuk memenuhi permintaan para pemakai atau pembeli terhadap barang-barang ataupun jasa serta gagasan yang diperlukannya.
2. Fungsi Komunikasi, yaitu memberikan penerangan dan informasi tentang suatu barang, jasa, gagasan.
3. Fungsi Pendidikan, yaitu fungsi untuk menumbuhkan sikap positip dan manakala seseorang memiliki pengetahuan dan pandangan tertentu dan mempunyai intensitas perasaan dan mengambil keputusan secara rasional untuk menerima atau menolak pilihan terhadap produk yang ditawarkan.
4. Fungsi Ekonomi, Keuntungan ekonomis bagi konsumen adalah melalui iklan dapat diberitahu tempat-tempat penjualan produk yang dibutuhkan,sehingga konsumen mudah menentukan dimana produk bisa dibeli. Dari segi produsen iklan mengakibatkan barang, jasa dan layanan dikenal dan dipakai oleh banyak pihak yang mendatangkan keuntungan finansial.
5. Fungsi Sosial, yaitu membantu menggerakkan suatu perubahan standar hidup yang ditentukan oleh kebutuhan manusia seluruh dunia. Melalui publikasi iklan mampu menggugah pandangan orang tentang suatu peristiwa, kemudian meningkatkan sikap, afeksi yang positip dan diikuti tindakan pelaksanaan nyata atau tindakan sosial.
2.3 Tujuan Iklan
Pada dasarnya tujuan akhir periklanan adalah untuk merangsanga atau mendorong terjadinya penjualan (sales). Untuk mencapai tujuan itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Secara umum tujuan periklanan adalah sebagai berikut :
1. Menciptakan pengenalan merek, produk atau perusahaan, Melalui periklanan khalayak akan mengetahui keberadaan merk, produk maupuin perusahaan pasar.
2. Memposisikan Produk,Melalui periklanan perusahaan pasar dapat memposisikan produknya dengan membedakan diri dengan produk pesaing.
3. Mendorong prospek untuk mencoba,Dengan menyampaikan pesan-pesan yang persuasive, khalayak didorong untuk mencoba menggunakan produk atau merk yang ditawarkan.
4. Mendukung terjadinya penjualan,Dengan beriklan diharapkan konsumen bertindak untuk membeli produk
5. Membina loyalitas,Dengan beriklan akan semakin memantapkan keberadaan pelanggan yang loyal. Artinya perusahaan ingin menyampaikan bahwa merk dan produk yang pernah digunakan konsumen masih tetap ada dipasar.
6. Mengumumkan cara baru pemanfaatan,Inovasi atau cara baru pemanfaatan dapat dapat diketahui khalayak melalui iklan
7. Meningkatkan citra,Dengan iklan akan meningkatkan citra produk, merk maupun perusahaan.
2.4 Pengertian Etika
Secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukanatau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).K. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik dibalik, karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Sehingga arti dan susunannya menjadi seperti berikut :
1. Nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
2. Kumpulan asas atau nilai moral.
3. Ilmu tentang baik atau buruk.
2.5 Pengertian Estetika
Estetika dan etika sebenarnya hampir tidak berbeda. Etika membahas masalah tingkah laku perbuatan manusia ( baik dan buruk ). Sedangkan estetika membahas tentang indah atau tidaknya sesuatu. Tujuan estetika adalah untuk menemukan ukuran yang berlaku umum tentang apa yang indah dan tidak indah itu. Yang jelas dalam hal ini adalah karya seni manusia atau mengenai alam semesta ini. Seperti dalam etika dimana kita sangat sukar untuk menemukan ukuran itu bahkan sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran perbuatan baik dan buruk yang dilakukan oleh manusia.
Estetika juga menghadapi hal yang sama, sebab sampai sekarang belum dapat ditemukan ukuran yang dapat berlaku umum mengenai ukuran indah itu. Dalam hal ini ternyata banyak sekali teori yang membahas mengenai masalah ukuran indah itu. Zaman dahulu kala, orang berkata bahwa keindahan itu bersifat metafisika (abstrak). Sedangkan dalam teori modern, orang menyatakan bahwa keindahan itu adalah kenyataan yang sesungguhnya atau sejenis dengan hakikat yang sebenarnya bersifat tetap.
2.6 Pengertian Konsumen dan Hak Konsumen
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Hak – hak konsumen antara lain :
1. Hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.
2. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.
3. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.
4. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan.
5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut.
6. Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen.
7. Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.
9. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.
2.7 Makna Iklan Dalam Etika dan Estetika
Fungsi iklan pada akhirnya membentuk citra sebuah produk dan perusahaan di mata masyarakat. Citra ini terbentuk oleh kesesuaian antara kenyataan sebuah produk yang diiklankan dengan informasi yang disampaikan dalam iklan. Prinsip etika bisnis yang paling relevan dalam hal ini adalah nilai kejujuran. Dengan demikian, iklan yang membuat pernyataan salah atau tidak benar dengan maksud memperdaya konsumen adalah sebuah tipuan.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research), dimana penulis melakukan pengumpulan data yang dibutuhkan untuk penelitian ini melalui referensi yang terdapat dari internet, buku-buku dan sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Pembahasan
Adapun pada penulisan ini penulis mengambil contoh kasus iklan sepeda motor Yamaha Jupiter MX
Beberapa tahun yang lalu terdapat sebuah iklan mengenai motor produksi Yamaha, yaitu Jupiter MX. Iklan tersebut melibatkan beberapa artis ibukota ternama, seperti Deddy Mizwar, Komeng, dan grup komedi Bajaj. Di dalam iklan itu sangat ditonjolkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki Jupiter MX, khususnya dari segi kecepatan akselerasi motor.
Di dalam iklan ini, Jupiter MX dikendarai dengan sangat cepat. Dimana Komeng yang mengendarai dengan efek kecepatan tinggi, dan membuat jalanan di lingkungan sekitar menjadi berantakan. Dan grup Bajaj yang terkena dampaknya mendapati pakaiannya menjadi compang-camping.
Iklan ini bias dikatakan menyalahi etika yang seharusnya, karena bias memberi pengaruh yang kurang baik bagi pemirsa televise, khususnya yang belum bisa mengerti dengan tepat mengenai iklan itu. Iklan itu dapat memepengaruhi bahwa mengendarai motor bisa sangat cepat tanpa memperhatikan lingkungan dan orang sekitar. Hal itu tentu tidak baik untuk dilakukan, karena yang tepat adalah bahwa pengguna motor harus bisa menghormati dan menghargai pengguna jalan lain agar tercipta keselamatan.
Beberapa peraturan perundang-undangan yang menghimpun pengaturan dan peraturan tentang dunia iklan di Indonesia yang bersifat mengikat antara lain adalah peraturan sebagai berikut:
• UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
• UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers
• UU No. 24 tahun 1997 tentang Penyiaran
• UU No. 7 tahun 1996
• PP No. 69 tahun 1999
• Kepmenkes No. (rancangan) tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
• PP No. 81 tahun 1999 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan
• PP No.38 tahun 2000 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan.
• Kepmenkes No. 368/MEN.KES/SK/IV/1994 Tentang Pedoman Periklanan Obat Bebas, Obat Tradisional, Alat Kesehatan, Kosmetika, Perbekalan Kesehatan, Rumah Tangga, Makanan, dan Minuman.
Selain taat dan patuh pada aturan perundang-undangan di atas, pelaku iklan juga diminta menghormati tata krama yang diatur dalam Etika Pariwara Indonesia (EPI). Ketaatan terhadap EPI diamanahkan dalam ketentuan “Lembaga penyiaran wajib berpedoman pada Etika Pariwara Indonesia.” (Pasal 29 ayat (1) Peraturan KPI tentang Pedoman Perilaku Penyiaran). Lembaga penyiaran dalam menyiarkan siaran iklan niaga dan siaran iklan layanan masyarakat wajib mematuhi waktu siar dan persentase yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. (Pasal 29 ayat (2) Peraturan KPI tentang Pedoman Perilaku Penyiaran). Materi siaran iklan yang disiarkan melalui lembaga penyiaran wajib memenuhi persyaratan yang dikeluarkan oleh KPI. (Pasal 46 ayat (4) UU Penyiaran). Isi siaran dalam bentuk film dan/atau iklan wajib memperoleh tanda lulus sensor dari lembaga yang berwenang. (Pasal 47 UU Penyiaran). Pedoman perilaku penyiaran bagi penyelenggaraan siaran ditetapkan oleh KPI. (Pasal 48 ayat (1) UU Penyiaran).
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pada contoh kasus di atas yang menjadi salah satu penyebab adanya pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan dalam penyajian periklanan adalah tidak adanya aturan yang jelas serta kurang tegasnya sanksi dan hukuman yang diberikan kepada pihak terkait, karena selama ini rambu-rambu periklanan hanya diatur dalam bentuk Etika Periklanan Indonesia (EPI). Sehingga masih banyak perusahaan yang melakukan pelanggaran tersebut tanpa memperhtikan etika dan estetika dalam iklan tersebut.
5.2 Saran
Harus adanya peraturan-peraturan yang jelas dan sangsi yang tegas bagi suatu perusahaan yang melanggar etika dan estetika dalam iklan, agar pelanggaran tersebut dapat di kurangi semaksimal mungkin dan tidak ada pihak yang dirugikan karena dampak dari iklan yang ditayangkan. Karena bagaimanapun juga sebuah perusahaan harus memperhatikan kepentingan dan hak- hak konsumen, tidak hanya memikirkan keuntungan semata.
DAFTAR PUSTAKA
Bertens, Kees. 2006.PengantarEtikaBisnis. Yogyakarta: Kanisius
Garrett, Thomas M., SJ. 1961. Some Ethical Problems of Modern Advertising. The Gregoriana Univ. Press, Rome.
http://aniatih.blogspot.com/2014/05/periklanan-dan-etika-pengontrolan.html
http://dzikryshofwan09.blogspot.com/2013/11/iklan-dalam-etika-dan-estetika.html
http://rizkiafandi.blogspot.com/2013/11/iklan-dalam-etika-dan-estetika-tugas-3.html
http://radensanopaputra.blogspot.com/2013/11/iklan-dalam-etika-dan-estetika.html
http://senjayakertiawan.wordpress.com/2013/11/26/390/
tulisan 10 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
MENENTUKAN STRATEGI PRODUK
KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI PRODUK
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
A. Karakteristik produk
- Tingkat produk : Hierarki nilai pelanggan
• Tingkat dasar adalah manfaat inti : layanan atau manfaat yang benar-benar dibeli pelanggan.
• Tingkat kedua adalah produk dasar : mengubah manfaat inti menjadi produk yang bisa digunakan.
• Tingkat ketiga adalah produk yang diharapkan : atribut atau kondisi yang diharapkan dari suatu produk.
• Tingkat keempat adalah produk tambahan : menyiapkan banyak produk untuk mengantisipasi harapan lebih pelanggan.
• Tingkat kelima adalah produk potensial : mengetahui produk mana yang benar-benar bermanfaat dan mendapat penawaran tinggi.
B. Klasifikasi produk
- Berdasarkan Ketahanan dan Keberwujudan
• Barang-barang tidak tahan lama : dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. Contohnya sabun, minyak goreng.
• Barang-barang tahan lama : dapat digunakan untuk waktu yang lama. Contohnya kulkas, pakaian.
• Jasa : produk tak berwujud tetapi tetap memberi manfaat. Contohnya salon, tempat reparasi, tempat cuci steam kendaraan.
- Jenis Barang Konsumen
• Barang sehari-hari : barang yang dibutuhkan untuk penggunaan sehari-hari. Contohnya deterjen, pasta gigi.
• Barang belanja : barang yang memiliki masing-masing perbandingan kualitas, harga, dan gaya. Contohnya perabotan rumah tangga.
• Barang khusus : barang yang memiliki karakteristik atau identitas yang unik. Contohnya mobil, peralatan elektronik.
• Barang yang tak dicari : barang yang tidak terlalu dikenal atau terpikirkan tetapi bisa dibutuhkan suatu saat. Contohnya pengharum ruangan, kamera cctv.
- Jenis Barang Industri
• Bahan dan suku cadang : barang yang menjadi bagian dari produk yang diciptakan produsen. Contohnya beras, ternak, kayu, bijih besi.
• Barang modal : barang tahan lama yang berguna dalam pengembangan produk jadi. Contohnya pabrik, mesin-mesin pengolah, computer.
• Layanan bisnis dan pasokan : barang dan jasa jangka pendek yang berguna dalam pengembangan produk jadi. Contoh dari pasokan antara lain kertas, ATK. Sedangkan contoh untuk layanan seperti reparasi peralatan, penasehat hukum dan bisnis.
DIFERENSIASI
A. Diferensiasi Produk
- Bentuk : membedakan ukuran, bentuk, dan struktur fisik.
- Fitur : memvariasikan dan melengkapi dengan berbagai fungsi yang mendukung.
- Penyesuaian : menyesuaikan dengan berbagai keinginan perorangan.
- Kualitas kinerja : membedakan kinerja untuk menghasilkan berbagai kualitas produk, semakin maksimal kinerja yang dilakukan, maka kualitas produk yang dihasilkan akan semakin tinggi.
- Kualitas kesesuaian : semua unit yang diproduksi benar-benar identik dan memenuhi spesifikasi yang dijanjikan.
- Ketahanan : umur dari produk diharapkan tahan lama baik dalam kondisi biasa ataupun tidak.
- Keandalan : ukuran probabilitas bahwa produk dapat memberi manfaat yang maksimal.
- Kemudahan perbaikan : ukuran kemudahan dalam perbaikan bila produk mengalami kerusakan.
- Gaya : gambaran penampilan dari produk.
B. Desain
Desain adalah totalitas fitur yang mempengaruhi tampilan dan fungsi produk sesuai kebutuhan pelanggan. Pengaruh desain produk adalah sebagai cara potensial dalam penawaran untuk mendiferensiasikan dan memposisikan suatu produk dengan produk yang lain.
C. Diferensiasi Jasa
- Kemudahan pemesanan : seberapa mudah pelanggan menempatkan pemesanan dengan perusahaan.
- Pengiriman : seberapa baik produk atau jasa sampai ke pelanggan, yang meliputi ketepatan waktu dan kondisinya.
- Instalasi : layanan yang dilakukan untuk membuat produk beroperasi dengan baik.
- Pelatihan pelanggan : melatih karyawan pelanggan dalam menggunakan peralatan pemasok dengan benar dan efisien.
- Konsultasi pelanggan : menerima saran dan kritik dari pelanggan untuk kebaikan produk atau jasa selanjutnya.
- Pemeliharaan dan perbaikan : layanan untuk membantu pelanggan mempertahankan produk agar terus dalam kondisi yang baik.
- Pengembalian : bersedia ganti untung terhadap produk yang tidak sesuai dengan keinginan pelanggan sebagai bentuk tanggung jawab.
HUBUNGAN PRODUK DAN MEREK
A. Hierarki Produk
- Kebutuhan keluarga : kebutuhan inti yang dibutuhkan keluarga produk. Contohnya keamanan.
- Keluarga produk : semua kelas produk yang dapat memuaskan kebutuhan initi dengan efektivitas yang masuk akal. Contohnya tabungan dengan penghasilan.
- Kelas produk : kelompok produk dalam keluarga produk yang memiliki fungsi saling terkait. Contohnya instrumen keuangan (tabungan, deposito, tingkat suku bunga, saham, obligasi, hutang, dll)
- Lini produk : kelompok produk dalam kelas produk yang mempunyai fungsi serupa. Contohnya asuransi jiwa.
- Jenis produk : sekelompok barang dalam lini produk yang terbagi menjadi beberapa bentuk produk. Contohnya asuransi jiwa berjangka.
- Barang/unit penyimpanan stok/varian produk : unit yang dibedakan dalam lini produk berdasarkan ukuran, harga, tampilan, dll. Contohnya asuransi jiwa prudential yang bisa diperbarui.
B. Sistem dan Bauran Produk
- Sistem produk : kelompok barang yang berbeda tapi berhubungan dan berfungsi serupa. Contohnya produk handphone dan ipod sama-sama dilengkapi untuk headset, kamera, mp3,perekam suara,dll.
- Bauran produk : kumpulan semua produk yang ditawarkan untuk dijual oleh penjual tertentu. Contoh produk YAMAHA ada yang berupa produk otomotif dan juga peralatan musik.
C. Analisis Lini Produk
- Penjualan dan laba : penjualan sangat terkait dengan laba. Semakin tinggi penjualan, semakin tinggi laba yang diperoleh. Tetapi dalam analisis lini produk, penjualan dan laba mempunyai potensi berbeda karena harga mahal untuk biaya iklan sebagai cara meningkatkan penjualan dan laba.
- Profil pasar : melakukan pemetaan produk yang ditawarkan ke pasar. Pemetaan produk bertujuan untuk mengidentifikasi segmen pasar, sehingga posisi penawaran produk akan sesuai dengan masing-masing target yang telah ditentukan.
D. Panjang Lini Produk
- Perpanjangan lini
• Perpanjangan ke bawah pasar : memposisikan penawaran di pasar menengah dengan lini harga yang lebih murah.
• Perpanjangan ke atas pasar : memasuki bagian atas pasar untuk meningkatkan pertumbuhan dan memposisikan diri sebagai produsen lini penuh.
• Perpanjangan dua arah : melayani pasar menengah sehingga dapat memperpanjang lini produk ke atas dan ke bawah.
- Pengisian lini : memperpanjang lini produk dengan menambah barang dengan motif memperoleh laba tambahan, memuaskan penyalur, memanfaatkan kelebihan barang, menyingkirkan pesaing, dan menjadi perusahaan mapan.
- Modernisasi, penampilan, dan pengurangan lini : mengevaluasi, memperbaiki, dan melakukan inovasi terhadap produk untuk menjadikan produk lebih menarik dan sebagai pengganti produk lama.
E. Penetapan Harga Bauran Produk
- Penetapan harga lini produk : menggunakan tingkat harga yang telah ditentukan untuk produk lini sesuai dengan kualitas produk.
- Penetapan harga fitur opsional : menentukan harga produk sesuai dengan fitur yang ada atau ditambahkan pada produk lini.
- Penetapan harga produk terikat : menentukan harga berdasarkan produk tambahan terikat yang ada.
- Penetapan harga dua bagian : menentukan harga produk berdasarkan biaya tetap ditambah biaya lain tambahan.
- Penetapan harga produk sampingan : menentukan harga produk sampingan yang masih memiliki nilai.
- Penetapan harga paket produk : menentukan harga sesuai dengan pemaketan yang dilakukan terhadap produk.
F. Co- Branding dan Penetapan Merek Bahan Baku
- Co- Branding adalah penetapan merek bersama atau gabungan menjadi satu produk bersama.
- Penetapan merek bahan baku merupakan langkah menciptakan ekuitas merek bagi bahan, komponen, atau suku cadang yang terkandung dalam produk lainnya.
PENGEMASAN, PELABELAN, JAMINAN, DAN GARANSI
A. Pengemasan
Kegiatan merancang dan memproduksi wadah untuk sebuah produk.
- Faktor pengaruh pengemasan : pasar swalayan, kekayaan konsumen, perusahaan dan citra merek, peluang inovasi.
- Tujuan pengemasan : identifikasi merek, ekspresi informasi, memfasilitasi dan melindungi produk, membantu dalam penyimpanan, membantu konsumsi produk.
B. Pelabelan
Bisa bertujuan sebagai identifikasi produk, peringkat/kelas produk, gambaran produk, bentuk promosi produk.
C. Jaminan dan Garansi
- Jaminan : pernyataan resmi kinerja produk yang diharapkan produsen.
- Garansi : bukti yang menunjukkan bahwa produk memiliki mutu tinggi dan kinerja layanan yang dapat diandalkan.
19211143 / 4 EA17
MENENTUKAN STRATEGI PRODUK
KARAKTERISTIK DAN KLASIFIKASI PRODUK
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
A. Karakteristik produk
- Tingkat produk : Hierarki nilai pelanggan
• Tingkat dasar adalah manfaat inti : layanan atau manfaat yang benar-benar dibeli pelanggan.
• Tingkat kedua adalah produk dasar : mengubah manfaat inti menjadi produk yang bisa digunakan.
• Tingkat ketiga adalah produk yang diharapkan : atribut atau kondisi yang diharapkan dari suatu produk.
• Tingkat keempat adalah produk tambahan : menyiapkan banyak produk untuk mengantisipasi harapan lebih pelanggan.
• Tingkat kelima adalah produk potensial : mengetahui produk mana yang benar-benar bermanfaat dan mendapat penawaran tinggi.
B. Klasifikasi produk
- Berdasarkan Ketahanan dan Keberwujudan
• Barang-barang tidak tahan lama : dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan. Contohnya sabun, minyak goreng.
• Barang-barang tahan lama : dapat digunakan untuk waktu yang lama. Contohnya kulkas, pakaian.
• Jasa : produk tak berwujud tetapi tetap memberi manfaat. Contohnya salon, tempat reparasi, tempat cuci steam kendaraan.
- Jenis Barang Konsumen
• Barang sehari-hari : barang yang dibutuhkan untuk penggunaan sehari-hari. Contohnya deterjen, pasta gigi.
• Barang belanja : barang yang memiliki masing-masing perbandingan kualitas, harga, dan gaya. Contohnya perabotan rumah tangga.
• Barang khusus : barang yang memiliki karakteristik atau identitas yang unik. Contohnya mobil, peralatan elektronik.
• Barang yang tak dicari : barang yang tidak terlalu dikenal atau terpikirkan tetapi bisa dibutuhkan suatu saat. Contohnya pengharum ruangan, kamera cctv.
- Jenis Barang Industri
• Bahan dan suku cadang : barang yang menjadi bagian dari produk yang diciptakan produsen. Contohnya beras, ternak, kayu, bijih besi.
• Barang modal : barang tahan lama yang berguna dalam pengembangan produk jadi. Contohnya pabrik, mesin-mesin pengolah, computer.
• Layanan bisnis dan pasokan : barang dan jasa jangka pendek yang berguna dalam pengembangan produk jadi. Contoh dari pasokan antara lain kertas, ATK. Sedangkan contoh untuk layanan seperti reparasi peralatan, penasehat hukum dan bisnis.
DIFERENSIASI
A. Diferensiasi Produk
- Bentuk : membedakan ukuran, bentuk, dan struktur fisik.
- Fitur : memvariasikan dan melengkapi dengan berbagai fungsi yang mendukung.
- Penyesuaian : menyesuaikan dengan berbagai keinginan perorangan.
- Kualitas kinerja : membedakan kinerja untuk menghasilkan berbagai kualitas produk, semakin maksimal kinerja yang dilakukan, maka kualitas produk yang dihasilkan akan semakin tinggi.
- Kualitas kesesuaian : semua unit yang diproduksi benar-benar identik dan memenuhi spesifikasi yang dijanjikan.
- Ketahanan : umur dari produk diharapkan tahan lama baik dalam kondisi biasa ataupun tidak.
- Keandalan : ukuran probabilitas bahwa produk dapat memberi manfaat yang maksimal.
- Kemudahan perbaikan : ukuran kemudahan dalam perbaikan bila produk mengalami kerusakan.
- Gaya : gambaran penampilan dari produk.
B. Desain
Desain adalah totalitas fitur yang mempengaruhi tampilan dan fungsi produk sesuai kebutuhan pelanggan. Pengaruh desain produk adalah sebagai cara potensial dalam penawaran untuk mendiferensiasikan dan memposisikan suatu produk dengan produk yang lain.
C. Diferensiasi Jasa
- Kemudahan pemesanan : seberapa mudah pelanggan menempatkan pemesanan dengan perusahaan.
- Pengiriman : seberapa baik produk atau jasa sampai ke pelanggan, yang meliputi ketepatan waktu dan kondisinya.
- Instalasi : layanan yang dilakukan untuk membuat produk beroperasi dengan baik.
- Pelatihan pelanggan : melatih karyawan pelanggan dalam menggunakan peralatan pemasok dengan benar dan efisien.
- Konsultasi pelanggan : menerima saran dan kritik dari pelanggan untuk kebaikan produk atau jasa selanjutnya.
- Pemeliharaan dan perbaikan : layanan untuk membantu pelanggan mempertahankan produk agar terus dalam kondisi yang baik.
- Pengembalian : bersedia ganti untung terhadap produk yang tidak sesuai dengan keinginan pelanggan sebagai bentuk tanggung jawab.
HUBUNGAN PRODUK DAN MEREK
A. Hierarki Produk
- Kebutuhan keluarga : kebutuhan inti yang dibutuhkan keluarga produk. Contohnya keamanan.
- Keluarga produk : semua kelas produk yang dapat memuaskan kebutuhan initi dengan efektivitas yang masuk akal. Contohnya tabungan dengan penghasilan.
- Kelas produk : kelompok produk dalam keluarga produk yang memiliki fungsi saling terkait. Contohnya instrumen keuangan (tabungan, deposito, tingkat suku bunga, saham, obligasi, hutang, dll)
- Lini produk : kelompok produk dalam kelas produk yang mempunyai fungsi serupa. Contohnya asuransi jiwa.
- Jenis produk : sekelompok barang dalam lini produk yang terbagi menjadi beberapa bentuk produk. Contohnya asuransi jiwa berjangka.
- Barang/unit penyimpanan stok/varian produk : unit yang dibedakan dalam lini produk berdasarkan ukuran, harga, tampilan, dll. Contohnya asuransi jiwa prudential yang bisa diperbarui.
B. Sistem dan Bauran Produk
- Sistem produk : kelompok barang yang berbeda tapi berhubungan dan berfungsi serupa. Contohnya produk handphone dan ipod sama-sama dilengkapi untuk headset, kamera, mp3,perekam suara,dll.
- Bauran produk : kumpulan semua produk yang ditawarkan untuk dijual oleh penjual tertentu. Contoh produk YAMAHA ada yang berupa produk otomotif dan juga peralatan musik.
C. Analisis Lini Produk
- Penjualan dan laba : penjualan sangat terkait dengan laba. Semakin tinggi penjualan, semakin tinggi laba yang diperoleh. Tetapi dalam analisis lini produk, penjualan dan laba mempunyai potensi berbeda karena harga mahal untuk biaya iklan sebagai cara meningkatkan penjualan dan laba.
- Profil pasar : melakukan pemetaan produk yang ditawarkan ke pasar. Pemetaan produk bertujuan untuk mengidentifikasi segmen pasar, sehingga posisi penawaran produk akan sesuai dengan masing-masing target yang telah ditentukan.
D. Panjang Lini Produk
- Perpanjangan lini
• Perpanjangan ke bawah pasar : memposisikan penawaran di pasar menengah dengan lini harga yang lebih murah.
• Perpanjangan ke atas pasar : memasuki bagian atas pasar untuk meningkatkan pertumbuhan dan memposisikan diri sebagai produsen lini penuh.
• Perpanjangan dua arah : melayani pasar menengah sehingga dapat memperpanjang lini produk ke atas dan ke bawah.
- Pengisian lini : memperpanjang lini produk dengan menambah barang dengan motif memperoleh laba tambahan, memuaskan penyalur, memanfaatkan kelebihan barang, menyingkirkan pesaing, dan menjadi perusahaan mapan.
- Modernisasi, penampilan, dan pengurangan lini : mengevaluasi, memperbaiki, dan melakukan inovasi terhadap produk untuk menjadikan produk lebih menarik dan sebagai pengganti produk lama.
E. Penetapan Harga Bauran Produk
- Penetapan harga lini produk : menggunakan tingkat harga yang telah ditentukan untuk produk lini sesuai dengan kualitas produk.
- Penetapan harga fitur opsional : menentukan harga produk sesuai dengan fitur yang ada atau ditambahkan pada produk lini.
- Penetapan harga produk terikat : menentukan harga berdasarkan produk tambahan terikat yang ada.
- Penetapan harga dua bagian : menentukan harga produk berdasarkan biaya tetap ditambah biaya lain tambahan.
- Penetapan harga produk sampingan : menentukan harga produk sampingan yang masih memiliki nilai.
- Penetapan harga paket produk : menentukan harga sesuai dengan pemaketan yang dilakukan terhadap produk.
F. Co- Branding dan Penetapan Merek Bahan Baku
- Co- Branding adalah penetapan merek bersama atau gabungan menjadi satu produk bersama.
- Penetapan merek bahan baku merupakan langkah menciptakan ekuitas merek bagi bahan, komponen, atau suku cadang yang terkandung dalam produk lainnya.
PENGEMASAN, PELABELAN, JAMINAN, DAN GARANSI
A. Pengemasan
Kegiatan merancang dan memproduksi wadah untuk sebuah produk.
- Faktor pengaruh pengemasan : pasar swalayan, kekayaan konsumen, perusahaan dan citra merek, peluang inovasi.
- Tujuan pengemasan : identifikasi merek, ekspresi informasi, memfasilitasi dan melindungi produk, membantu dalam penyimpanan, membantu konsumsi produk.
B. Pelabelan
Bisa bertujuan sebagai identifikasi produk, peringkat/kelas produk, gambaran produk, bentuk promosi produk.
C. Jaminan dan Garansi
- Jaminan : pernyataan resmi kinerja produk yang diharapkan produsen.
- Garansi : bukti yang menunjukkan bahwa produk memiliki mutu tinggi dan kinerja layanan yang dapat diandalkan.
tulisan 9 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
A. Pentingnya Komunikasi
Membangun komunikasi yang baik dengan pelanggan itu sangat penting, sehingga Anda bisa mendapatkan pelanggan setia yang membantu mempromosikan produk Anda. Anda bisa mendapatkan review positif tentang produk Anda di blog mereka atau mereka mempromosikan ke keluarga atau teman mereka untuk membeli produk atau jasa yang Anda jual. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan adalah sebagai berikut :
1. Berikan informasi tentang promo, produk baru, dan diskon untuk pelanggan secara berkala. Anda dapat mengirim mereka e-mail, SMS, brosur dll
2. Mengadakan acara atau pertemuan antara Anda dengan pelanggan potensial. Acara ini dapat dilakukan dengan makan siang, peluncuran produk, makan malam, dll
3. Mintalah masukan mereka dan testimonial sebagai saran untuk membantu meningkatkan produk Anda. Untuk melakukan ini, Anda dapat melakukan survei, terutama tentang produk baru.
4. Berkomunikasi secara teratur dan perhatikan untuk tidak membangun komunikasi satu arah. Komunikasi dua arah adalah pilihan terbaik untuk membantu perusahaan Anda menjadi lebih baik. Hal ini disarankan oleh Craig Newmark.
Dengan melakukan hal-hal yang disarankan di atas, Anda dapat meningkatkan perusahaan Anda untuk melakukan lebih baik untuk mendapatkan kepuasan pelanggan lebih tinggi yang membawa lebih banyak keuntungan pada akhirnya. Jangan pernah melupakan pentingnya komunikasi dengan pelanggan Anda karena betapa bagusnya produk Anda itu akan sia-sia jika Anda tidak melakukan teknik pemasaran yang tepat.
B. Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
Sedangkan menurut Lasswell (1960): Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan (penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.Yang memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect.
C. Proses Komunikasi
Bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). proses komunikasi, banyak melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interkasi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Penginterprestasian
Hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.
2. Penyandian
Tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebutencoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi: merubah pesan abstrak menjadi konkret.
3. Pengiriman
Proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirim pesan.
4. Perjalanan
Tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.
5. Penerimaan
Tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan. 6. Penyandiaan Balik
Tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya (decoding).
7. Kegaduhan
Gangguan (noise) merupakan sifat yang melekat pada komunikasi. Dalam setiap proses komunikasi, kegaduhan atau kendala-kendala dalam berkomunikasi akan selalu ada. Gangguan dapat timbul dalam saluran komunikasi, atau metode pengiriman seperti udara dan kertas. Gangguan juga dapat terjadi secara internal (kurang perhatian penerima) atau eksternal (gangguan suara lain. Tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diuraikan dalam bentuk pesan.
D. Komunikasi Persuasif
Komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau memengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator.
E. Pandangan Tentang Proses Komunikasi
Komunikasi pemasaran mungkin hanya berfokus untuk mengatasi kesenjangan kesadaran akan produk, citra, atau preferensi dalam pasar sasaran. Tetapi pandangan dalam komunikasi pemasaran ini memiliki beberapa keterbatasan, terlalu pendek dan mahal, dan sebagian besar pesan jenis ini tidak sampai kepada pelanggan sasaran.
Sekarang terjadi gerakan yang memandang komunikasi sebagai pengelolaan proses pembelian pelanggan sepanjang waktu. Selama tahap sebelum penjualan, tahap penjualan, tahap pemakaian, dan tahap setelah pemakaian. Dan karena setiap pelanggan berbeda, program komunikasi perlu dirancang untuk segmen, celah pasar, dan bahkan individu tertentu.
Titik awal dalam proses komunikasi adalah memeriksa semua interaksi potensial yang mungkin dimiliki pelanggan sasaran dengan produk dan perusahaan. Misalnya, seseorang yang ingin membeli komputer akan bertanya pada orang lain, melihat iklan di televisi, membaca artikel di koran dan majalah, dan mengamati komputer yang dipajang di toko-toko komputer. Pemasar perlu menilai pengalaman dan kesan-kesan manakah yang paling berpengaruh pada berbagai tahap dalam proses pembelian. Pemahaman ini akan membantu pemasar dalam mengalokasikan dana komunikasinya dengan lebih efisien.
F. Memilih saluran Komunikasi
Saluran komunikasi dibagi dalam beberapa macam sbb:
1. Saluran interpersonal dan media massa
2. Saluran lokal dan saluran kosmopolit
Saluran interpersonal adalah saluran yang melibatkan pertemuan tatap muka (sumber dan penerima) antara dua orang atau lebih. Misalnya rapat atau pertemuan kelompok, percakapan langsung, pembicaraan dari mulut ke mulut, dsb.
Sedangkan saluran media massa adalah alat-alat penyampai pesan yang memungkinkan sumber mencapai suatu audiens dalam jumlah besar, yang dapat menembus batasan waktu dan ruang. Misalnya radio, televisi, film, surat kabar, buku, dsb.
Saluran antar pribadi disebut saluran lokalit apabila kontak-kontak langsung itu sebatas daerah atau sistem sosial itu saja. Sedangkan saluran melalui media massa sudah pasti bersifat kosmopolit. Sebaliknya saluran media massa dapat dipastikan bersifat kosmopolit.
G. Model Komunikasi Pemasaran
Model Komunikasi Pemasaran di bagi menjadi dua :
1. Model Makro
Perhatian yang selektif : Dengan memberikan pesan iklan, yang menjelaskan mengapa para pengiklan kadang-kadang berbuat apa saja untuk menarik audiens melalui ketakutan, musik, daya tarik sex sual, atau berita utama yang tebal yang menjanjikan sesuatu.
Penyimpangan selektif : Penerima akan mendengarkan apa yang sesuai dengan system keyakinannya akibatnya penerima sering menambahkan sesuatu yang tidak ada pada pesan tersebut.
Ikatan Selektif : Orang-orang hanya akan menyimpan lama dalam ingatannya sebagian kecil pesan yang sampai kepada mereka apabila menerima.
1. Proses Model Mikro
Dengan Melihat Tanggapan Pelanggan sehingga proses komunikasi didasarkan pada tugas komunikator.
a. Kesadaran
b. Pengetahuan
c.Kesukaan
d. Ke lebihsukaan atau preferensi
e. Keyakinan
f. Pembelian
H. Alat-alat Promosi dalam Komunikasi Pemasaran
1. Periklanan
Periklanan merupakan bentuk komunikasi yang digunakan untuk membujuk audiens (pemirsa, pembaca atau pendengar) untuk mengambil beberapa tindakan sehubungan dengan produk, ide, atau layanan.
2. Promosi Penjualan
Promosi Penjualan adalah sales promotion yaitu semua cara yang digunakan oleh agen pemasaran untuk menginformasikan, membujuk atau mempengaruhi pengguna akhir produk, tidak termasuk iklan, penjualan pribadi, dan publisitas.
3. Penjualan Tatap Muka
Presentasi secara lisan dalam suatu percakapan dengan satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan memperoleh penjualan dari produk yang dihasilkan.
19211143 / 4 EA17
A. Pentingnya Komunikasi
Membangun komunikasi yang baik dengan pelanggan itu sangat penting, sehingga Anda bisa mendapatkan pelanggan setia yang membantu mempromosikan produk Anda. Anda bisa mendapatkan review positif tentang produk Anda di blog mereka atau mereka mempromosikan ke keluarga atau teman mereka untuk membeli produk atau jasa yang Anda jual. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan adalah sebagai berikut :
1. Berikan informasi tentang promo, produk baru, dan diskon untuk pelanggan secara berkala. Anda dapat mengirim mereka e-mail, SMS, brosur dll
2. Mengadakan acara atau pertemuan antara Anda dengan pelanggan potensial. Acara ini dapat dilakukan dengan makan siang, peluncuran produk, makan malam, dll
3. Mintalah masukan mereka dan testimonial sebagai saran untuk membantu meningkatkan produk Anda. Untuk melakukan ini, Anda dapat melakukan survei, terutama tentang produk baru.
4. Berkomunikasi secara teratur dan perhatikan untuk tidak membangun komunikasi satu arah. Komunikasi dua arah adalah pilihan terbaik untuk membantu perusahaan Anda menjadi lebih baik. Hal ini disarankan oleh Craig Newmark.
Dengan melakukan hal-hal yang disarankan di atas, Anda dapat meningkatkan perusahaan Anda untuk melakukan lebih baik untuk mendapatkan kepuasan pelanggan lebih tinggi yang membawa lebih banyak keuntungan pada akhirnya. Jangan pernah melupakan pentingnya komunikasi dengan pelanggan Anda karena betapa bagusnya produk Anda itu akan sia-sia jika Anda tidak melakukan teknik pemasaran yang tepat.
B. Definisi Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.
Sedangkan menurut Lasswell (1960): Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan (penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.Yang memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect.
C. Proses Komunikasi
Bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). proses komunikasi, banyak melalui perkembangan.
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interkasi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
1. Penginterprestasian
Hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.
2. Penyandian
Tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebutencoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi: merubah pesan abstrak menjadi konkret.
3. Pengiriman
Proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut transmitter, alat pengirim pesan.
4. Perjalanan
Tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.
5. Penerimaan
Tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan. 6. Penyandiaan Balik
Tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya (decoding).
7. Kegaduhan
Gangguan (noise) merupakan sifat yang melekat pada komunikasi. Dalam setiap proses komunikasi, kegaduhan atau kendala-kendala dalam berkomunikasi akan selalu ada. Gangguan dapat timbul dalam saluran komunikasi, atau metode pengiriman seperti udara dan kertas. Gangguan juga dapat terjadi secara internal (kurang perhatian penerima) atau eksternal (gangguan suara lain. Tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diuraikan dalam bentuk pesan.
D. Komunikasi Persuasif
Komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau memengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator.
E. Pandangan Tentang Proses Komunikasi
Komunikasi pemasaran mungkin hanya berfokus untuk mengatasi kesenjangan kesadaran akan produk, citra, atau preferensi dalam pasar sasaran. Tetapi pandangan dalam komunikasi pemasaran ini memiliki beberapa keterbatasan, terlalu pendek dan mahal, dan sebagian besar pesan jenis ini tidak sampai kepada pelanggan sasaran.
Sekarang terjadi gerakan yang memandang komunikasi sebagai pengelolaan proses pembelian pelanggan sepanjang waktu. Selama tahap sebelum penjualan, tahap penjualan, tahap pemakaian, dan tahap setelah pemakaian. Dan karena setiap pelanggan berbeda, program komunikasi perlu dirancang untuk segmen, celah pasar, dan bahkan individu tertentu.
Titik awal dalam proses komunikasi adalah memeriksa semua interaksi potensial yang mungkin dimiliki pelanggan sasaran dengan produk dan perusahaan. Misalnya, seseorang yang ingin membeli komputer akan bertanya pada orang lain, melihat iklan di televisi, membaca artikel di koran dan majalah, dan mengamati komputer yang dipajang di toko-toko komputer. Pemasar perlu menilai pengalaman dan kesan-kesan manakah yang paling berpengaruh pada berbagai tahap dalam proses pembelian. Pemahaman ini akan membantu pemasar dalam mengalokasikan dana komunikasinya dengan lebih efisien.
F. Memilih saluran Komunikasi
Saluran komunikasi dibagi dalam beberapa macam sbb:
1. Saluran interpersonal dan media massa
2. Saluran lokal dan saluran kosmopolit
Saluran interpersonal adalah saluran yang melibatkan pertemuan tatap muka (sumber dan penerima) antara dua orang atau lebih. Misalnya rapat atau pertemuan kelompok, percakapan langsung, pembicaraan dari mulut ke mulut, dsb.
Sedangkan saluran media massa adalah alat-alat penyampai pesan yang memungkinkan sumber mencapai suatu audiens dalam jumlah besar, yang dapat menembus batasan waktu dan ruang. Misalnya radio, televisi, film, surat kabar, buku, dsb.
Saluran antar pribadi disebut saluran lokalit apabila kontak-kontak langsung itu sebatas daerah atau sistem sosial itu saja. Sedangkan saluran melalui media massa sudah pasti bersifat kosmopolit. Sebaliknya saluran media massa dapat dipastikan bersifat kosmopolit.
G. Model Komunikasi Pemasaran
Model Komunikasi Pemasaran di bagi menjadi dua :
1. Model Makro
Perhatian yang selektif : Dengan memberikan pesan iklan, yang menjelaskan mengapa para pengiklan kadang-kadang berbuat apa saja untuk menarik audiens melalui ketakutan, musik, daya tarik sex sual, atau berita utama yang tebal yang menjanjikan sesuatu.
Penyimpangan selektif : Penerima akan mendengarkan apa yang sesuai dengan system keyakinannya akibatnya penerima sering menambahkan sesuatu yang tidak ada pada pesan tersebut.
Ikatan Selektif : Orang-orang hanya akan menyimpan lama dalam ingatannya sebagian kecil pesan yang sampai kepada mereka apabila menerima.
1. Proses Model Mikro
Dengan Melihat Tanggapan Pelanggan sehingga proses komunikasi didasarkan pada tugas komunikator.
a. Kesadaran
b. Pengetahuan
c.Kesukaan
d. Ke lebihsukaan atau preferensi
e. Keyakinan
f. Pembelian
H. Alat-alat Promosi dalam Komunikasi Pemasaran
1. Periklanan
Periklanan merupakan bentuk komunikasi yang digunakan untuk membujuk audiens (pemirsa, pembaca atau pendengar) untuk mengambil beberapa tindakan sehubungan dengan produk, ide, atau layanan.
2. Promosi Penjualan
Promosi Penjualan adalah sales promotion yaitu semua cara yang digunakan oleh agen pemasaran untuk menginformasikan, membujuk atau mempengaruhi pengguna akhir produk, tidak termasuk iklan, penjualan pribadi, dan publisitas.
3. Penjualan Tatap Muka
Presentasi secara lisan dalam suatu percakapan dengan satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan memperoleh penjualan dari produk yang dihasilkan.
tulisan 8 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
DESAIN RISET
PENGERTIAN DESAIN RISET
Desain riset adalah kerangka kerja atau rencana untuk melakukan studi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan dan menganalisis data.
JENIS-JENIS DESAIN RISET
a. Riset Eksploratori
Desain riset yang lebih menekankan pada pengumpulan ide-ide dan masukan-masukan. Hal ini khusus berguna untuk memecahkan masalah yang luas dan samar menjadi sub masalah yang lebih sempit dan lebih tepat.
Tujuan riset eksploratori adalah untuk menjajagi atau membedah suatu masalah secara menyeluruh dengan teliti untuk memperoleh wawasan (insights) dan pemahaman (understanding).
Beberapa manfaat riset eksploratori :
- Merumuskan atau membuat batasan masalah secara lebih tepat dan rinci
- Mengidenifikasi alternatif arah tindakan
- Merumuskan hipotesis
- Mengisolasi peubah kunci dan saling hubungannya untuk penyelidikan lebih lanjut
- Memperoleh gagasan untuk mengembangkan pendekatan terhadap masalah
- Membuat prioritas untuk penelitian selanjutnya
b. Riset Deskriptif
Desain riset yang lebih menekankan pada penentuan frekuensi terjadinya sesuatu atau sejauh mana dua variable berhubungan.
Tujuan riset deskriptif adalah menjelaskan suatu topik yang biasanya berupa fungsi atau karakteristik pasar.
Beberapa manfaat riset deskriptif :
- Menjelaskan karakteristik kelompok tertentu misalnya konsumen, wiraniaga (salespeople), organisasi, dan area pasar. Misalnya riset untuk menentukan profil konsumen berat (heavy buyer) dari adipasar tertentu
- Estimasi persentase populasi tertentu dengan perilaku belanja tertentu
- Menentukan persepsi terhadap karakteristik produk
- Menentukan hubungan peubah perilaku belanja misalnya belanja sambil makan di luar rumah
- Membuat prediksi yang spesifik misalnya prediksi belanja pada adipasar tertentu pada daerah tertentu
c. Riset Sebab-Akibat Atau Kausal
Desain riset yang lebih menekankan pada penentuan hubungan sebab dan akibat.
Tujuan riset sebab-akibat adalah untuk memperoleh kenyataan yang hubungannya bersifat sebab-akibat. Secara lebih khusus adalah sebagai berikut :
- Mengetahui peubah yang menjadi penyebab (independent variable) dan peubah akibat (dependent variable) dari suatu fenomena.
- Menentukan sifat atau hakikat hubungan antara peubah penyebab dan peubah yang akibatnya akan dibuat prediksinya.
HUBUNGAN ANTARA RISET EKSPLORATORI, DESKRIPTIF, DAN SEBAB-AKIBAT
Jika hanya sedikit informasi yang diketahui tentang masalah yang akan diteliti, riset eksploratori dilakukan sebagai perintis untuk dapat merinci situasi masalah, membuat arah dan langkah-langkah selanjutnya.
Riset eksploratori umumnya diikuti oleh riset deskriptif atau riset sebab akibat.
Tidak selamanya riset dimulai dengan riset eksploratori karena hakikat riset tergantung dari situasi yang dihadapi. Riset kepuasan konsumen yang dilakukan tiap tahun misalnya tidak perlu dimulai dengan riset eksploratori.
Riset eksploratori dapat membantu pemahaman riset deskriptif atau riset sebab-akibat. Riset tentang penentuan harga yang dihasilkan oleh riset sebab-akibat atau disekriptif sukar dipahami oleh para manajer sehingga pemahamnya perlu dibantu dengan riset eksplorasi.
METODE PENELITIAN
PENGERTIAN METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan suatu prosedur atau cara untuk mengetahui
sesuatu yang terdiri dari langkah-langkah sistematis. Menurut Soewardi langkah-langkah tersebut adalah identifikasi masalah, kerangka berfikir, hipotesis, disain pengujian hipotesis, disain pengumpulan data, dan penarikan kesimpulan.
Sedangkan menurut Suriasumantri langkah-langkah dalam metode ilmiah tersebut adalah :
- Perumusan Masalah
Merupakan pertanyaan-pertanyaan mengenai obyek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.
- Penyusunan kerangka berpikir
Menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait. Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang relevan dengan permasalahan.
- Perumusan hipotesis
Merupakan jawaban atau dugaan sementara dari kerangka berpikir yang dikembangkan.
- Pengujian hipotesis
Merupakan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
- Penarikan kesimpulan
Merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima. Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yang cukup mendukung hipotesis maka hipotesis itu diterima. Sebaliknya, sekiranya dalam proses pengujian tidak terdapat fakta yang cukup mendukung hipotesis maka hipotesis itu ditolak.
tulisan 7 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
Bank Indonesia (BI, dulu disebut De Javasche Bank) adalah bank sentral Republik Indonesia. Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
Untuk mencapai tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Ketiganya perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien.
BI juga menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk mengedarkan uang di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya BI dipimpin oleh Dewan Gubernur.
Sejarah
- Bank Indonesia pada awal terbentuknya bernama De Javasche Bank. Pada 1828 De Javasche Bank didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai bank sirkulasi yang bertugas mencetak dan mengedarkan uang.
- Kemudian dengan berjalannya waktu barulah menjadi Bank Indonesia. Pada tahun 1953, Undang-Undang Pokok Bank Indonesia menetapkan pendirian Bank Indonesia untuk menggantikan fungsi De Javasche Bank sebagai bank sentral.
- Dengan tiga tugas utama di bidang moneter, perbankan, dan sistem pembayaran. Selain itu, Bank Indonesia diberi tugas lain dalam hubungannya dengan Pemerintah dan melanjutkan fungsi bank komersial yang dilakukan oleh DJB sebelumnya.
- Pada tahun 1968 diterbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang mengatur kedudukan dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral, terpisah dari bank-bank lain yang melakukan fungsi komersial. Bank Indonesia juga bertugas membantu Pemerintah sebagai agen pembangunan mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.
- Tahun 1999 merupakan Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia, sesuai dengan UU No.23/1999 yang menetapkan tujuan tunggal Bank Indonesia yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
- Pada tahun 2004, Undang-Undang Bank Indonesia diamandemen dengan fokus pada aspek penting yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan wewenang Bank Indonesia, termasuk penguatan pemerintahan.
- Pada tahun 2008, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan. Amandemen dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan perbankan nasional dalam menghadapi krisis global melalui peningkatan akses perbankan terhadap Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia.
Status dan Kedudukan Bank Indonesia
- Sebagai Lembaga Negara yang Independen
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dimulai ketika sebuah undang-undang baru, yaitu UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, dinyatakan berlaku pada tanggal 17 Mei 1999. Undang-undang ini memberikan status dan kedudukan sebagai suatu lembaga negara independen dan bebas dari campur tangan pemerintah ataupun pihak lainnya. Sebagai suatu lembaga negara yang independen. Kedudukan Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen tidak sejajar dengan Lembaga Tinggi Negara, juga tidak sama dengan Departemen, karena kedudukan Bank Indonesia berada diluar Pemerintah. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.
- Sebagai Badan Hukum
Sebagai badan hukum publik Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan hukum yang merupakan pelaksanaan dari undang-undang yang mengikat seluruh masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sebagai badan hukum perdata, Bank Indonesia dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri di dalam maupun di luar pengadilan.
- Tujuan dan Tugas Bank Indonesia
Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.
- Tiga Pilar Utama
Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia.
- Pengaturan dan Pengawasan Bank
Bank Indonesia menetapkan peraturan, memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan atau kegiatan usaha tertentu dari bank, melaksanakan pengawasan atas bank, dan mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dewan Gubernur BI
- Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur.
- Dewan ini terdiri atas seorang Gubernur sebagai pemimpin, dibantu oleh seorang Deputi Gubernur Senior sebagai wakil, dan sekurang-kurangnya empat atau sebanyak-banyaknya tujuh Deputi Gubernur.
- Masa jabatan Gubernur dan Deputi Gubernur selama-lamanya lima tahun, dan mereka hanya dapat dipilih untuk sebanyak-banyaknya dua kali masa tugas.
- Gubernur dan Deputi Gubernur Senior diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR.
- Deputi Gubernur diusulkan oleh Gubernur dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia tidak dapat diberhentikan oleh Presiden, kecuali bila mengundurkan diri, berhalangan tetap, atau melakukan tindak pidana kejahatan.
Pengambilan Keputusan
- Pengambilan keputusan dilakukan dalam Rapat Dewan Gubernur, atas dasar prinsip musyawarah demi mufakat. Rapat Dewan Gubernur (RDG) diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan untuk menetapkan kebijakan umum di bidang moneter, serta sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan kebijakan moneter atau menetapkan kebijakan lain yang bersifat prinsipil dan strategis. Apabila mufakat tidak tercapai, Gubernur menetapkan keputusan akhir.
Para Gubernur Bank Indonesia
Sejak dibentuk, orang-orang yang terpilih sebagai Gubernur BI, sebagai berikut:
2010-sekarang Darmin Nasution
2009-2010 Darmin Nasution (Pelaksana tugas)
2009 Miranda Gultom (Pelaksana tugas)
2008-2009 Boediono
2003-2008 Burhanuddin Abdullah
1998-2003 Syahril Sabirin
1993-1998 Sudrajad Djiwandono
1988-1993 Adrianus Mooy
1983-1988 Arifin Siregar
1973-1983 Rachmat Saleh
1966-1973 Radius Prawiro
1963-1966 T. Jusuf Muda Dalam
1960-1963 Mr. Soemarno
1959-1960 Mr. Soetikno Slamet
1958-1959 Mr. Loekman Hakim
1953-1958 Mr. Sjafruddin Prawiranegara
tulisan 6 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
1) Nn. Kezia membuka rekening tabungan Rp 2,5 juta yang dananya dari rekening deposito pribadinya.
Jawab :
JU
Deposito Rp 2.500.000
Tabungan Rp 2.500.000
JO
04 Deposito Rp 2.500.000
OD Tabungan Rp 2.500.000
05 OD Deposito Rp 2.500.000
Tabungan Rp 2.500.000
2) Bpk. Dika mendapat pinjaman investasi sebesar Rp 20 juta, dimana Rp 15 juta diambil tunai dan sisanya dimasukkan ke rekening tabungan pribadinya.
Jawab :
JU
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
Kas Rp 15.000.000
Tabungan Rp 5.000.000
JO
06 Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
OD CIS Rp 15.000.000
OD Tabungan Rp 5.000.000
07 OD Loan Rp 15.000.000
Kas Rp 15.000.000
05 OD Loan Rp 5.000.000
Tabungan Rp 5.000.000
3) Bank Gunadarma berhasil menjual SBPU yang diterbitkan sebesar Rp 200 juta pada PT XYZ yang dananya diterima secara tunai.
Jawab :
JU
Kas Rp 200.000.000
SBPU Rp 200.000.000
JO
08 OD CIS Rp 200.000.000
SBPU Rp 200.000.000
07 Kas Rp 200.000.000
OD Sundries Rp 200.000.000
4) Bpk. Dika melunasi pinjaman investasinya menggunakan cek Bank BNI sebesar Rp 10 juta dan sisanya secara tunai.
Jawab :
JU
Kliring Rp 10.000.000
Kas Rp 10.000.000
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
JO
06 OD Sundries Rp 10.000.000
OD CIS Rp 10.000.000
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
08 Kliring Rp 10.000.000
OD Loan Rp 10.000.000
07 Kas Rp 10.000.000
OD Loan Rp 10.000.000
5) Untuk keperluan membayar listrik, Nn. Kezia menarik dana dari rekening tabungannya sebesar Rp 500 ribu.
Jawab :
JU
Tabungan Rp 500.000
Kas Rp 500.000
JO
05 Tabungan Rp 500.000
OD CIS Rp 500.000
07 OD Tabungan Rp 500.000
Kas Rp 500.000
19211143 / 4 EA17
1) Nn. Kezia membuka rekening tabungan Rp 2,5 juta yang dananya dari rekening deposito pribadinya.
Jawab :
JU
Deposito Rp 2.500.000
Tabungan Rp 2.500.000
JO
04 Deposito Rp 2.500.000
OD Tabungan Rp 2.500.000
05 OD Deposito Rp 2.500.000
Tabungan Rp 2.500.000
2) Bpk. Dika mendapat pinjaman investasi sebesar Rp 20 juta, dimana Rp 15 juta diambil tunai dan sisanya dimasukkan ke rekening tabungan pribadinya.
Jawab :
JU
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
Kas Rp 15.000.000
Tabungan Rp 5.000.000
JO
06 Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
OD CIS Rp 15.000.000
OD Tabungan Rp 5.000.000
07 OD Loan Rp 15.000.000
Kas Rp 15.000.000
05 OD Loan Rp 5.000.000
Tabungan Rp 5.000.000
3) Bank Gunadarma berhasil menjual SBPU yang diterbitkan sebesar Rp 200 juta pada PT XYZ yang dananya diterima secara tunai.
Jawab :
JU
Kas Rp 200.000.000
SBPU Rp 200.000.000
JO
08 OD CIS Rp 200.000.000
SBPU Rp 200.000.000
07 Kas Rp 200.000.000
OD Sundries Rp 200.000.000
4) Bpk. Dika melunasi pinjaman investasinya menggunakan cek Bank BNI sebesar Rp 10 juta dan sisanya secara tunai.
Jawab :
JU
Kliring Rp 10.000.000
Kas Rp 10.000.000
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
JO
06 OD Sundries Rp 10.000.000
OD CIS Rp 10.000.000
Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
08 Kliring Rp 10.000.000
OD Loan Rp 10.000.000
07 Kas Rp 10.000.000
OD Loan Rp 10.000.000
5) Untuk keperluan membayar listrik, Nn. Kezia menarik dana dari rekening tabungannya sebesar Rp 500 ribu.
Jawab :
JU
Tabungan Rp 500.000
Kas Rp 500.000
JO
05 Tabungan Rp 500.000
OD CIS Rp 500.000
07 OD Tabungan Rp 500.000
Kas Rp 500.000
tulisan 5 softskill etika bisnis
IGNATIUS BAGAS WIBISONO
19211143 / 4 EA17
Buatlah JU dan JO untuk transaksi berikut ini !
1. Tina datang ke Bank Gunadarma dengan membawa uang tunai Rp 2.000.000
Ia ingin menjadi nasabah dengan membuka rekening tabungan Rp 500.000 dan sisanya untuk giro.
2. Tini mengambil uang dari tabungannya Rp 20.000.000
Dana tersebut diambil tunai Rp 5.000.000 dan sisanya dimasukkan untuk rekening giro.
3. Tono menyetor secara tunai untuk rekening depositonya pada Bank Gunadarma sebesar Rp 30.000.000
4. Bank Gunadarma melakukan pembelian kendaraan kantor sebanyak 5 unit. Harga kendaraan per unit adalah Rp 100.000.000 yang pembayarannya dilakukan secara tunai.
5. PT Maju Mundur mendapat pinjaman dari Bank Gunadarma Rp 30.000.000 dan diambil secara tunai sebesar Rp 20.000.000, sedangkan sisanya dimasukkan ke dalam rekening giro.
JAWABAN
1. Jurnal Umum
Kas Rp 2.000.000
Tabungan Rp 500.000
Giro Rp 1.500.000
Jurnal Offset
07 Kas Rp 2.000.000
OD Tabungan Rp 500.000
OD Giro Rp 1.500.000
05 OD CIS Rp 500.000
Tabungan Rp 500.000
03 OD CIS Rp 1.500.000
Giro Rp 1.500.000
2. Jurnal Umum
Tabungan Rp 20.000.000
Kas Rp 5.000.000
Giro Rp 15.000.000
Jurnal Offset
07 OD Tabungan Rp 20.000.000
Kas Rp 5.000.000
OD Giro Rp 15.000.000
05 Tabungan Rp 5.000.000
OD CIS Rp 5.000.000
07 OD Tabungan Rp 5.000.000
Kas Rp 5.000.000
05 Tabungan Rp 15.000.000
OD Giro Rp 15.000.000
03 OD Tabungan Rp 15.000.000
Giro Rp 15.000.000
3. Jurnal Umum
Kas Rp 30.000.000
Deposito Rp 30.000.000
Jurnal Offset
07 Kas Rp 30.000.000
OD Deposito Rp 30.000.000
04 OD CIS Rp 30.000.000
Deposito Rp 30.000.000
4. Jurnal Umum
Kas Rp 500.000.000
Kend. Kantor Rp 500.000.000
Jurnal Offset
07 Kas Rp 500.000.000
OD Umum Rp 500.000.000
02 OD CIS Rp 500.000.000
Kend. Kantor Rp 500.000.000
5. Jurnal Umum
Pinjaman diberikan Rp 30.000.000
Kas Rp 20.000.000
Giro Rp 10.000.000
Jurnal Offset
06 Pinjaman diberikan Rp 20.000.000
OD CIS Rp 20.000.000
07 OD Loan Rp 20.000.000
Kas Rp 20.000.000
06 Pinjaman diberikan Rp 10.000.000
OD Giro Rp 10.000.000
03 OD Loan Rp 10.000.000
Giro Rp 10.000.000
Langganan:
Postingan (Atom)